Prabowo dan Sandi Ziarah ke Makam Pendiri NU di Jombang

Senin, 22 Oktober 2018 | 16:54 WIB
HS
WP
Penulis: Hotman Siregar | Editor: WBP
Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menghadiri Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat 21 September 2018.
Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menghadiri Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat 21 September 2018. (SP/Joanito De Saojoao/SP/Joanito De Saojoao)

Jombang - Calon presiden dan calon wakil presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno melakukan ziarah ke makam pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) yakni Syekh Hasyim Asy'ari di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Keduanya terlihat kompak mengenakan baju koko putih dan bersarung hijau. Dalam ziarah tersebut, keduanya didampingi cucu Hasyim Asy'ari yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Solah.

KH Ahmad Ainur Rofiq yang merupakan pengajar senior Ponpes Tebuireng terlihat memimpin doa, tahlil, dan salawat bersama di depan makam Syekh Hasyim Asy'ari. Tak hanya berziarah ke makam Hasyim Asy'ari, mereka juga melakukan ziarah ke makam kiai Wahid Hasyim serta Presiden Indonesia ke-4 yakni KH Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur yang berada dalam satu kompleks Ponpes Tebuireng tersebut.

Usai berziarah, Prabowo dan Sandi yang didampingi Gus Solah menaburkan bunga di makam para tokoh dan pendiri NU tersebut.

Dalam penjelasannya kepada media, Prabowo menjelaskan kunjungannya hari ini ke Pondok Pesantren Tebuireng untuk melakukan silaturahmi dengan para pengasuh ponpes dan berziarah ke makam para tokoh Nahdlatul Ulama. Selain itu, melakukan napak tilas mengenang resolusi jihad sebagai langkah mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang dilakukan Syekh Hasyim Asy'ari dan tokoh ulama Islam lainnya dengan melawan para penjajah.

"Hari ini adalah Hari Santri Nasional dimana mengenang bahwa pernah lahir sebuah resolusi jihad untuk mendukung kemerdekaan dan itu bagian dari pertempuran 10 November. Jadi menurut kami peristiwa Oktober dan November 1945 adalah bagian penting dalam sejarah kita. Memang 17 Agustus itu adalah proklamasi tetapi ujian kemerdekaan itu ya di Jawa Timur ini pada Oktober dan November 1945," ujar Prabowo sebagaimana dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (22/10).

Prabowo menjelaskan, dengan keluarnya sebuah resolusi jihad yang dilontarkan KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945, merupakan dorongan kuat untuk memenangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, "Itu adalah ujian terberat bangsa Indonesia pascakemerdekaan," kata dia.

Adapun resolusi jihad itu adalah bukti bahwa ulama adalah pejuang kemerdekaan. "Ini sekaligus untuk mengingatkan generasi muda bahwa ulama memiliki peran penting dalam memenangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ini sangat penting dan saya merasa sangat dihormati bisa hadir di sini pada hari ini," paparnya.

Di sisi lain, Cawapres nomer urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat oleh pimpinan dan pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang.

Dalam pertemuannya dengan Gus Solah, Sandi sempat mendiskusikan tentang pembangunan ekonomi bagi para santri untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. "Diskusi yang kita lakukan terkait pengembangan kewirausahaan bagi para santri yang nantinya kita harapkan para santri bisa membuka lapangan pekerjaan," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon