Wiranto: Jangan Manfaatkan Insiden Pembakaran Bendera

Selasa, 23 Oktober 2018 | 16:54 WIB
RW
YD
Penulis: Robertus Wardi | Editor: YUD
Menko Polhukam, Wiranto (tengah) didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan) dan Jaksa Agung Prasetyo (kiri) memberi keterangan pers terkait pembakaran bendera bertuliskan tauhid di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, 23 Oktober 2018.
Menko Polhukam, Wiranto (tengah) didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan) dan Jaksa Agung Prasetyo (kiri) memberi keterangan pers terkait pembakaran bendera bertuliskan tauhid di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, 23 Oktober 2018. (Istimewa)

Jakarta - ‎ Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum, Keamanan dan Pertahanan (Polhukam) Wiranto mengingatkan siapa pun agar tidak boleh memanfaatkan insiden pembakaran bendera ‎bertuliskan Tauhid di Garut, Jawa Barat (Jabar). Pasalnya yang dibakar adalah simbol dari organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTl).

"Siapapun dan pihak manapun yang mencoba memanfaatkan situasi untuk hal-hal negatif yang akan menganggu ketenangan masyarakat. Itu sama saja mengkhianati pengorbanan para pendahulu bangsa ini, utamanya para santri dan ulama yang berkorban untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Wiranto dalam konferensi pers (Konpers) di Kementerian Polhukam, Jakarta, Selasa (23/10).

Hadir pada acara itu, Kapolri Tito Karnavian, Jaksa Agung HM Prasetyo, perwakilan Mendagri, perwakilan MUI‎ dan perwakilan dari PBNU.

Wiranto menjelaskan apa yang terjadi di Garut merupakan pembakaran terhadap simbol dari organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTl) yang memakai tulisan Tauhid. Aksi itu dilakukan karena HTI sendiri telah menjadi organisasi terlarang di republik ini.

"Itu semata-mata ingin membersihkan pemanfaatan Kalimat Tauhid dimanfaatkan oleh organisasi HTI yang telah dilarang keberadaannya," tegas Wiranto.

Dia mengemukakan pelaku pembakaran telah diperiksa oleh kepolisian Garut. Jika terbukti bersalah, para pelaku akan dihukum sesuai UU yang berlaku.

"Diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh karena telah mendapatkan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan," tutup Wiranto.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon