Konflik Palestina-Israel Pengaruhi Iklim Geopolitik Dunia
Rabu, 24 Oktober 2018 | 21:51 WIB
Jakarta - Indonesia akan terus mendorong upaya perdamaian atas konflik yang terjadi di Palestina. Terlebih, saat ini isu Palestina sudah menjadi salah satu isu global yang berdampak pada situasi geopolitik dunia.
"Isu Palestina selalu menjadi salah satu barometer untuk mengukur masa depan perdamaian dan stabilitas dunia. Tapi sayangnya, masa depan Palestina masih mengkhawatirkan," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di rangkaian kegiatan Jakarta Geopolitical Forum 2018, Rabu (24/10), di Jakarta.
Menlu Retno meyakini, upaya penyelesaian konflik Palestina akan berdampak sangat signifikan terhadap upaya komunitas internasional. Utamanya dalam membangun situasi global yang lebih damai dan stabil secara politik dan ekonomi.
Dalam forum yang digelar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) itu, Retno juga mengangkat konflik antara Israel-Palestina yang sudah menjadi salah satu masalah global dan bisa mempengaruhi masa depan geopolitik dunia.
Menurut Retno, proses perdamaian kedua negara tersebut kembali terancam dengan langkah unilateral yang dilakukan Australia. Sebab, Canberra tengah mempertimbangkan untuk memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Jika hal itu terjadi, Australia secara politik menganggap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Padahal, Yerusalem merupakan salah satu kota sumber konflik antara Israel-Palestina yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Australia juga akan mengikuti langkah Amerika Serikat yang telah lebih dulu memindahkan kedutannya untuk Israel ke Yerusalem, sebuah langkah yang dikecam dunia lantaran dianggap merusak prospek perdamaian di Timur Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




