Usut Jejak Digital Uus-HTI, Polisi Cari HP Lawas

Jumat, 26 Oktober 2018 | 15:21 WIB
FA
YD
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: YUD
Uus Sukmana, asal Kampung Pangyosogan, Cibatu, Garut, terduga pelaku pembawa bendera bertuliskan Tauhid yang kemudian dibakar Banser di peringatan hari Santri di Garut.
Uus Sukmana, asal Kampung Pangyosogan, Cibatu, Garut, terduga pelaku pembawa bendera bertuliskan Tauhid yang kemudian dibakar Banser di peringatan hari Santri di Garut. (Beritasatu.com/Farouk Arnaz)

Jakarta - Polisi masih mencari handphone lawas milik Uus Sukmana yang menyusup dan membawa bendera dalam Hari Santri Nasional (HSN) yang akhirnya dibakar oleh oknum Banser.

"Handphone yang ditemukan bersamanya ini masih baru. Dia sudah ganti handphone sejak 24 Oktober kemarin. Mungkin dia jual ketika kasus ramai," kata Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto di Mabes Polri, Jumat (26/10).

Polisi perlu mencari HP lawas itu karena dari jejak digital tersebut bisa menjadi salah satu bahan penelusuran penyidik dalam mengonstruksi hubungan Uus dengan Hizbut Tharir Indonesia (HTI).

"Untuk melengkapi alat-alat bukti dan profil pelaku karena dia pernah ikut aksi (212) bersama FPI di Monas pada 2016 lalu," sambungnya.

Uus sendiri mengaku membeli bendera itu secara online melalui media sosial Facebook. Akun itu juga menyebut yang dijualnya adalah bendera HTI.

Motif dia membeli adalah dia senang bendera itu. Belum jelas mengapa dia nekad datang ke acara HSN dan mengibarkan benderanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon