Dana Belum Cair, Target Surplus Beras Terancam

Senin, 4 Juni 2012 | 22:44 WIB
IH
WP
Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum didampingi Wakil Ketua Umum PD, Max Sopacua Ketua Departemen Pertanian DPP Demokrat, Herman Khairon, dan anggota Komisi IV DPR RI, Anton Sukartono mengangkat padi dalam panen raya di Pesantren Tarbiyatul Huda Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. FOTO : Ridhwan Ermalamora/ANTARA
Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum didampingi Wakil Ketua Umum PD, Max Sopacua Ketua Departemen Pertanian DPP Demokrat, Herman Khairon, dan anggota Komisi IV DPR RI, Anton Sukartono mengangkat padi dalam panen raya di Pesantren Tarbiyatul Huda Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. FOTO : Ridhwan Ermalamora/ANTARA
Surplus 10 juta ton harus tercapai pada 2014

Program pencapaian surplus produksi beras 10 juta ton kembali tersendat akibat dana  kontingensi untuk mendukung surplus itu belum juga cair.

Menteri  Pertanian Suswono menjelaskan, dana kontingensi tersebut belum cair  karena Menteri Keuangan (Menkeu) meminta agar pencairannya harus ada  persetujuan dari Komisi IV DPR. Padahal, sebelumnya persetujuannya hanya dari Menkeu.

Akibat lamanya pencairan dan atersebut, pelaksanaan program pencapaian surplus  10 juta ton kembali terhambat.

"Rp 2 triliun belum terpakai karena harus  ada persetujuan dari Komisi IV, sementara target swasembada harus seperti itu," ujar Suswono usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Senin (4/6).

Dia berharap, prosedur pencairan yang  panjang itu dipersingkat dan minggu depan akan ada pembahasan lebih  lanjut mengenai hal itu.

Suswono menuturkan, target produksi tahun ini 72,06 juta ton. Demi menjamin ketersediaan pangan, Presiden  telah memberi arahan target surplus 10 juta ton harus tercapai pada 2014.

Hal itu dimaksudkan untuk menjamin ketahanan pangan nasional dan mengantisipasi risiko terhadap lonjakan harga pangan dunia.

Ketua  Komisi IV DPR Romahurmuzy berjanji, pihaknya akan membahas persetujuan  pencairan dana kontingensi agar bisa segera dimanfaatkan.

Dana Rp 2  triliun untuk menanggulangi kekeringan, serangan organisme pengganggu  tanaman (OPT) serta serangan wereng, dan penyuluh pertanian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon