Tim Psikolog Dampingi 173 Keluarga Korban Lion Air

Kamis, 8 November 2018 | 17:45 WIB
BM
YD
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: YUD
Idariyani memeluk peti jenazah cucunya Radhika Widjaya di Rumah Sakit Bhayangkara, Jakarta, 7 Nov. 2018. Sejumlah anggota keluarganya meninggal dalam kecelakaan pesawat Lion Air 29 Okt. 2018.
Idariyani memeluk peti jenazah cucunya Radhika Widjaya di Rumah Sakit Bhayangkara, Jakarta, 7 Nov. 2018. Sejumlah anggota keluarganya meninggal dalam kecelakaan pesawat Lion Air 29 Okt. 2018. (Beritasatu/Bayu Marhaenjati)

Jakarta - Tim Psikologi Rumah Sakit Bhayangkara Polri Tingkat I Raden Said Sukanto, telah melakukan pendampingan psikologi terhadap 173 keluarga korban Lion Air PK-LQP yang jatuh, di Perairan Karawang, Jawa Barat, hingga hari kesebelas ini.

"Kegiatan pendampingan psikologi sebanyak 173 keluarga penumpang. Ini diperlukan sebagai bentuk kepedulian," ujar Vice DVI Commander Kombes Pol drg Triawan Marsudi, di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Tingkat I Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/11).

Sebelumnya diketahui, Tim Pendampingan Psikologi RS Bhayangkara Polri membuka tiga posko pendampingan psikologi, di lantai 1 dan 2 Gedung Promoter dan di Posko Ante Mortem RS Bhayangkara Polri. Sekitar 20 hingga 30 tenaga psikolog dari Polri, TNI Angkatan Udara dan Himpunan Psikologi Indonesia, terlibat dalam kegiatan pendampingan psikologi bagi keluarga penumpang maupun kru Lion Air, setiap hari.

Selain posko di RS Polri Kramat Jati, posko pendampingan psikologi juga dibentuk di Hotel Ibis, Cawang. Ada sekitar 10 psikolog yang stand by melakukan pendampingan di sana.

Koordinator Pendampingan Psikologi RS Bhayangkara Polri AKBP Jarwo mengatakan, tujuan kegiatan pendampingan psikologi secara umum adalah membantu seseorang -dalam hal ini keluarga penumpang Lion Air yang mengalami musibah- untuk menyesuaikan diri terhadap situasi yang dialami.

"Paling tidak kita menyiapkan kondisi psikologis atau mental keluarga untuk menerima situasi ini, menerima informasi apa pun terkait kejadian ini dari pihak rumah sakit. Sehingga keluarga tahan, kuat mentalnya, menerima segala informasi apa pun. Itu tujuan utamanya," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon