Warung Pintar Angkat Potensi UMKM Banyuwangi

Minggu, 11 November 2018 | 16:15 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, didampingi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengunjungi pusat oleh-oleh khas Banyuwangi, usai membuka seminar internasional untuk menyambut IMF - World Bank Annual Meeting, di Banyuwangi, Rabu (19/9).
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, didampingi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengunjungi pusat oleh-oleh khas Banyuwangi, usai membuka seminar internasional untuk menyambut IMF - World Bank Annual Meeting, di Banyuwangi, Rabu (19/9). (Beritasatu Photo)

Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, menjalin kerja sama dengan perusahaan rintisan (startup) bidang teknologi ritel, Warung Pintar, untuk mengangkat potensi daya saing usaka mikro kecil menengah (UMKM), termasuk warung-warung kecil, serta menumbuhkan iklim wirausaha kepada masyarakat lainnya.

"Kami sudah bertemu dengan Founder dan CEO Warung Pintar Agung Bezharie dan Harya Putra. Mereka juga sudah ke Banyuwangi. Insya Allah sebentar lagi sudah matang skema kolaborasinya," ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Minggu (11/11).

Anas menambahkan, setidaknya terdapat dua skema yang bakal dijalankan. Pertama, menempatkan Warung Pintar di ruang-ruang publik dan objek-objek wisata di kabupaten paling timur di Pulau Jawa itu.

"Yang punya ini saya harapkan bukan orang per orang nantinya, tapi komunitas. Misal di ruang publik daerah A, maka yang mengelola adalah komunitas warga di sana, bisa koperasi atau kelompok pengajian ibu-ibu dan anak-anak muda. Sekaligus menggiatkan kewirausahaan, karena warga bisa berproduksi dan menjualnya di Warung Pintar," ujar Anas.

Skema kedua, katanya, mendorong warung-warung yang sudah ada untuk didigitalkan melalui Warung Pintar, sehingga bisa lebih kompetitif saat harus berhadapan dengan ritel modern.

"Kebetulan, di Banyuwangi, kami membatasi ketat pergerakan ritel modern. Kalau di daerah lain jumlah ritel modern bisa ratusan unit, di Banyuwangi baru puluhan karena memang kami batasi. Tapi warung-warung milik Mbok Yem, Mbok Nah, ini kan tetap harus maju, maka perlu ditingkatkan sistemnya. Warung Pintar bisa menjadi salah satu solusi," katanya.

Menurut Bupati Anas, upaya itu merupakan wujud inklusi ekonomi lewat teknologi di Banyuwangi. "Jadi teknologi tidak memakan yang kecil," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon