Alibaba Cetak Rekor Baru, Tapi Pertumbuhan Melambat

Selasa, 13 November 2018 | 08:14 WIB
IS
B
Penulis: Iwan Subarkah | Editor: B1
Jack Ma.
Jack Ma. (AFP)

SHANGHAI – Raksasa e-commerce Tiongkok Alibaba mencetak rekor pesanan US$ 30,7 miliar pada festival belanja online tahunan Singles Day Minggu (11/11) waktu setempat. Namun pertumbuhannya melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Festival belanja 24 jam terbesar dunia tersebut memasuki tahun kesepuluh pada tahun ini. Dibuka sejak Minggu dini hari waktu setempat dan mencatatkan lagi rekor penjualan baru.

Konsumen di Tiongkok membeli apa saja, dari barang elektronik, busana, hingga peralatan rumah tangga. Penjualannya naik 27% tapi melambat dibandingkan 39% pada tahun lalu. Penjualan ritel di Tiongkok juga dilaporkan stabil. Tapi prospeknya tetap tidak cerah karena perekonomian melambat dan maraknya kekhawatiran terkait perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Harga saham Alibaba pun, yang naik dua kali lipat pada 2017, tahun ini sudah merosot 16%. Singles Day awalnya diadakan sebagai hari tak resmi bagi warga yang belum menikah. Namun Alibaba sejak sepuluh tahun memanfaatkannya untuk promosi belanja. Situasinya disamakan dengan hari belanja ritel Black Friday pada akhir November di AS.

Kesuksesan festival belanja online ini juga disebabkan semakin keranjingannya konsumen di Tiongkok akan metode pembayaran menggunakan ponsel pintar. Tapi Alibaba bulan ini memangkas sedikit proyeksi pendapatan setahun penuh, dengan alas an ketidakyakinan konsumen terhadap prospek perekonomian.

Kendati begitu, para petinggi Alibaba tetap yakin dengan masa depan, sehingga terus mendorong munculnya inisiatif-inisiatif baru. Di samping ekspansi ke luar negeri, Alibaba juga terus berinvestasi di dalam negeri. Hema, toko grosir yang diluncurkan Alibaba pada 2015 dan menjadi salah satu anjalan ritelnya karena konsumen bisa belanja sekaligus makan. Hema juga memiliki versi online.

"Saya pikir harus dipahami apa itu Alibaba dan apa yang dilakukannya dalam konteks tren jangka panjang yang berkembang di Tiongkok, yakni kemunculan kelas menengah. Tren ini akan berlanjut, ada atau tidak ada perang dagang," ujar Joe Tsai, wakil chairman eksekutif Alibaba. (afp)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon