Draf Standar Audit Dana Bencana Rampung

Selasa, 5 Juni 2012 | 21:45 WIB
MS
B
Ilustrasi
Ilustrasi (Antara)
Draf panduan itu diusulkan menjadi standar internasional.

Organisasi badan-badan audit negara se-dunia (Intosai) akhirnya  menyelesaikan draf rancangan panduan audit dunia untuk proses serta dana  terkait penanggulangan bencana.

Seluruh draf panduan audit itu diselesaikan dalam pertemuan keenam  Intosai yang dilangsungkan di Hotel Ambarrukmo, Yogyakarta, sejak Senin  (4/6), dimana Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi tuan rumah acara.

Dalam pertemuan itu, para peserta dari 14 negara akhirnya sepakat untuk  menyetujui empat bagian draf panduan. Kempat draf itu adalah panduan audit persiapan  penanggulangan bencana; panduan audit penanggulangan bencana; panduan  audit bencana terkait dugaan korupsi dan penyelewengan dalam proses  penanggulangan bencana; serta draf penggunaan sistem informasi geografi  sebagai alat audit.

Anggota BPK, Sapto Amal Damandari, menyatakan pihaknya berharap semua  peserta pertemuan dan anggota Intosai bisa mendukung draf panduan itu  untuk diusulkan menjadi standar internasional.

Pengusulan itu akan dilaksanakan dalam pertemuan Intosai sedunia yang  rencananya dilakukan di Beijing, Cina, pada Oktober 2013 mendatang.

"Indonesia sendiri sudah pasti akan mengadopsi hasil ini sebagai standar  audit kami dalam penanggulangan bencana," kata Sapto, di hadapan  peserta pertemuan, di Yogyakarta, Selasa (5/6) malam.

Walau meminta dukungan, Sapto mengatakan peserta pertemuan juga sepakat  untuk membuat proses audit paralel di tiga negara, seperti Indonesia dan  Pakistan, pada Januari-Februari tahun depan.

Audit paralel ini adalah layaknya semacam test drive bagi kendaraan  baru, sehingga bisa diketahui tingkat keefektifannya saat digunakan oleh  negara anggota Intosai.

"Dengan audit paralel, kita juga bisa mengetahui apakah standar audit  ini bisa diaplikasikan di berbagai negara. Kami harap forum itu sekalian  bisa menjadi ajang berbagi pengalaman untuk kita semua juga," kata  Sapto.

Diharapkan ada perbaikan lagi dari proses audit paralel itu, kata Sapto,  sehingga draf standar audit itu benar-benar lengkap ketika diajukan untuk pengesahan dalam Kongres Intosai 2013 di Beijing.

Tsunami Aceh
Inisiatif membuat standar audit bencana berawal dari pengalaman tsunami  Aceh, dimana lebih dari Rp 19 triliun dana dari dalam maupun luar negeri  dikucurkan.

Diakui bahwa dalam proses itu, kemungkinan terjadinya korupsi dan penyelewengan sangatlah terbuka.

Dengan standar audit dana bencana, diharapkan bisa menghentikan potensi  korupsi dan penyelewengan selama masa penanggulangan bencana.

Standar  audit juga diarahkan mendorong Pemerintah benar-benar membuat persiapan  menghadapi bencana alam.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon