Apkasi Kobarkan Semangat Bershalawat di Berbagai Daerah
Minggu, 18 November 2018 | 21:43 WIB
Jakarta - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menggelar sholawat di berbagai daerah di Indonesia. Sholawat dalam rangka Hari Santri Nasional dan mengurangi tensi politik yang cenderung memanas jelang Pilpres 2019 mendatang.
Dalam dua hari terakhir sholawat digelar di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (16/11) dan di Konawe Selatan, Kendari Sulawesi Tenggara pada Sabtu (17/11) malam.
Hadir sebagai penceramah dalam acara sholawatan Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainul Majdi bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf. Acara itu juga dihadiri Ketua Apkasi Indonesia, H. Mardani H Maming, Gubernur Sultra, H Ali Mazi dan Bupati Konawe Selatan H Surunuddin Dangga serta puluhan ribu masyarakat Konawe Selatan.
"Apkasi menggelar Sholawatan di Lombok dengan korban gempa dan di Konawe Selatan Kendari dalam rangka hari Santri Nasional," ujar Mardani ,ketika dihubungi, Minggu (18/11).
Mardani berpesan agar setiap daerah lebih banyak mengadakan sholawatan. Hal itu dilakukan agar negeri ini menjadi berkah
Mardani berharap sholawatan bisa mengurangi panasnya suhu politik jelang Pemilu 2019. Acara sholawatan itu, akan terus dilakukan di berbagai daerah lainnya di Indonesia.
"Pada 26 November mendatang rencananya sholawatan serupa akan digelar di Bayuwangi, Jawa Timur," katanya.
Dalam ceramahnya dihadapan puluhan ribu warga di Konawe Selatan Sabtu (17/11) malam, Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf meminta seluruh jemaah mencintai negeri ini. Ia juga meminta rakyat Indonesia mendukung penuh program pemerintah.
"Kita harus bersyukur kita berada di negara yang luar biasa ini. Ayo kita dukung apa yang menjadi program pemerintah kita," ujar Habib Syech dalam ceramahnya.
Untuk ke depan, kata Habib, rakyat Indonesia bisa maju bersama menjadikan bangsa ini menjadi negara percontohan bagi negara yang lain. Ia juga meminta masyarakat tidak gampang terprovokasi media sosial.
"Mari kita syukuri apa yang dimiliki bangsa ini. Coba lihat pak gubernur bisa duduk manis. Ini di negara lain tidak bisa seperti ini. Saya di Singapura, perizinan kegiatan seperti ini macam-macam. Di Indonesia justru didukung, semua berjalan lancar," tuturnya.
Habib Syech meminta umat Islam bersyukur berada di Indonesia. Ia bahkan mencontohkan di Mesir juga membuat acara sholawatan begitu sulit perizinannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




