Ekspor Alas Kaki Tumbuh 6,4% per Tahun

Minggu, 18 November 2018 | 23:33 WIB
RS
B
Penulis: Ridho Syukro | Editor: B1
Sepatu Sneakers.
Sepatu Sneakers. (mozaic.co.id)

JAKARTA – Ekspor alas kaki nasional tumbuh 6,4% per tahun dalam lima tahun terakhir. Tahun ini ekspor alas kaki diprediksi mencapai US$ 5,1 miliar, sedangkan 2019 diproyeksikan tumbuh 5% menjadi US$ 5,3 miliar.

Meskipun terus tumbuh, secara nilai, ekspor alas kaki Indonesia kalah dari Vietnam. Alasannya, banyak pabrik alas kaki Tiongkok yang berinvestasi di negara itu. Selain itu, merek sepatu besar, Adidas, berkomitmen meningkatkan pembelian dari Vietnam.

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri mengatakan, saat ini, Indonesia berada di posisi enam eksportir alas kaki dunia. Posisi puncak masih diduduki Tiongkok, diikuti Vietnam, Italia, Jerman, dam Belgia.

Dia menjelaskan, Indonesia bisa menjadi ekspor tir terbesar alas kaki dunia, jika pemerintah, pengusaha, dan para pekerja sektor ini berkoordinasi. Untuk urusan pekerja, Aprisindo meminta mekanisme penetapan upah minimum provinsi (UMP) konsisten mengacu PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Poin penting PP itu adalah penentuan UMP ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi dan inflasi. "Dengan mengacu PP itu, kenaikan UMP lebih pasti dan terukur, sehingga tidak memberatkan pengusaha," ujar dia kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (16/11).

Sementara itu, dia menerangkan industri alas kaki membutuhkan insentif pajak, terutama tax holiday. Ini akan merangsang investasi di industry alas kaki. Hal ini, kata dia, perlu dibarengi penambahan perjanjian dagang oleh pemerintah guna memperluas pasar ekspor.

Di luar itu, perkembangan industri alas kaki perlu diselaraskan dengan industri tekstil dan produk tekstil (TPT), karena keduanya saling berkaitan.

"Biasanya, konsumen membeli kalau membeli sepatu, juga membeli tekstil. Keduanya juga merupakan industry padat karya dan berkontribusi besar terhadap PDB," ujar dia.

Sebelumnya, Firman menyatakan, perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) yang tengah dibahas, dapat mengakselerasi peningkatan ekspor alas kaki Indonesia ke Eropa.

"Ekspor kita ke Eropa saat ini sekitar US$ 2 miliar, dan bisa naik 20- 30% kalau IEU-CEPA sudah selesai," ujar dia.

Firman melanjutkan, pihaknya juga meminta pemerintah untuk menjalin kerja sama bilateral dengan AS untuk meningkatkan ekspor ke negara Paman Sam tersebut. Setiap tahunnya, ekspor ke AS mencapai hampir sepertiga dari total ekspor alas kaki Indonesia ke seluruh dunia. (*)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon