Silpa APBD DKI 2018 Diprediksi Rp 12,1 Triliun
Senin, 19 November 2018 | 18:11 WIB
Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI memprediksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) APBD DKI 2018 akan mencapai Rp 12,1 triliun. Jumlahnya mengalami penurunan bila dibandingkan Silpa APBD DKI 2017 sebesar Rp 13,1 triliun.
Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PKS, Triwisaksana mengatakan nilai Silpa yang diajukan Pemprov DKI dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI 2019 hanya sebesar Rp 7,7 triliun.
Sementara penyerapan anggaran memasuki pertengahan November baru mencapai 55,2 persen dari total belanja daerah sebesar Rp 75 triliun, atau baru terserap sebesar Rp 41,4 triliun. Padahal tahun anggaran 2019 akan ditutup pada pertengahan Desember mendatang.
Melihat rendahnya penyerapan anggaran tahun 2018, Triwisaksana menilai Silpa APBD DKI 2018 akan melampui dari usulan Pemprov DKI di KUA-PPAS DKI 2019. Ia memprediksi Silpa APBD DKI 2018 bisa mencapai Rp 12,1 triliun.
"Silpa diprediksi Rp 12,1 triliun. Padahal Pemprov DKI mengajukan hanya Rp 7,7 triliun," kata Triwisaksana di gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (19/11).
Sani, sapaan akrab Triwisaksana, menerangkan peningkatan Silpa bisa terjadi karena melesetnya penerimaan dana perimbangan pemerintah pusat dari target APBD 2018.
Menurutnya, Pemprov DKI mengajukan Silpa sebesar Rp 7,7 triliun dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) beberapa waktu lalu. Namun, hal itu tidak diterima oleh DPRD DKI.
"Saya minta Banggar (Badan Anggaran) meminta proyeksi Silpa dibuat lebih realistis sesuai dengan realisasi penyerapan belanja dan pendapatan. Hasilnya ya Rp12,1 triliun," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI, Bestari Barus memprediksi jumlah Silpa APBD DKI lebih tinggi lagi, bisa mencapai Rp 20 triliun. Lagi-lagi dikarenakan penyerapan anggaran yang sangat rendah padahal tutup tahun anggaran tinggal satu bulan lagi.
"Kalau penyerapan anggaran tidak digenjot, bisa-bisa Silpa APBD DKI 2018 mencapai Rp 20 triliun. Apalagi kalau sisa PMD BUMD sebesar Rp 1,8 triliun dikembalikan menjadi penerimaan pembiayaan. Ya bisa jadi Silpa DKI lebih tinggi lagi dari tahun 2017," kata Bestari.
Berdasarkan data monitoring evaluasi (monev) seperti dikutip dari situs publik.bapedadki.net, total belanja langsung dan tak langsung hingga saat ini (19/11/2018) baru mencapai 55,5 persen.
Persentase tersebut setara dengan Rp 41,7 triliun dari total alokasi daftar penggunaan anggaran (DPA) yang telah disepakati sebesar Rp 75 triliun. Adapun, serapan belanja langsung baru mencapai Rp 20,5 triliun dan belanja tak langsung Rp 21,1 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




