Prancis Terbuka
Djokovic Tantang Federer di Semifinal
Rabu, 6 Juni 2012 | 08:29 WIB
Ini merupakan ulangan semifinal setahun lalu.
Penampilan luar biasa ditampilkan Novak Djokovic saat menghadapi Jo-Wilfried Tsonga pada perempat final Prancis Terbuka, Rabu (6/5) WIB. Djokovic menutup laga menegangkan ini dengan 6-1, 5-7, 5-7, 7-6 (6), 6-1.
Djokovic mampu lolos dari kekalahan yang ada sudah di depan mata. Bayangkan, Djokovic mampu keluar dari empat match point Tsonga. Kekalahan yang dapat membuatnya gagal menjadi menjuarai empat Grand Slam secara berturut-turut.
Kemenangan spektakuler ini membawa Djokovic menghadapi Roger Federer di semifinal. Ini merupakan ulangan semifinal setahun lalu. Kala itu, Federer membekap Djokovic sekaligus mengakhiri rentetan 43 kemenangan beruntunnya.
"Tenis adalah permainan mental, banyak banyak emosi. Jika menghadapi petenis papan atas, favorit tuan rumah, dan seluruh penonton mendukungnya, Anda akan menghadapi seperti ini. Seseorang dengan mental kuat, dan sedikit beruntung, meraih kemenangan," ujar Djokovic.
Sementara, hasil ini sangat mengecewakan Tsonga yang seharus bisa menutup pertandingan lebih cepat.
"Saya sudah berusaha. Saya sangat frustrasi dan kecewa. Rasanya ingin menghancurkan raket, teriak, dan menangis. Bagaimana bisa kalah?" ujar Tsonga usai laga.
Federer melaju ke semifinal juga setelah bangkit dari ketertinggalan. Meski akhirnya petenis asal Swiss tersebut mampu menaklukan Juan Martin del Potro 3-6, 6-7 (4), 6-2, 6-0, 6-3.
Penampilan luar biasa ditampilkan Novak Djokovic saat menghadapi Jo-Wilfried Tsonga pada perempat final Prancis Terbuka, Rabu (6/5) WIB. Djokovic menutup laga menegangkan ini dengan 6-1, 5-7, 5-7, 7-6 (6), 6-1.
Djokovic mampu lolos dari kekalahan yang ada sudah di depan mata. Bayangkan, Djokovic mampu keluar dari empat match point Tsonga. Kekalahan yang dapat membuatnya gagal menjadi menjuarai empat Grand Slam secara berturut-turut.
Kemenangan spektakuler ini membawa Djokovic menghadapi Roger Federer di semifinal. Ini merupakan ulangan semifinal setahun lalu. Kala itu, Federer membekap Djokovic sekaligus mengakhiri rentetan 43 kemenangan beruntunnya.
"Tenis adalah permainan mental, banyak banyak emosi. Jika menghadapi petenis papan atas, favorit tuan rumah, dan seluruh penonton mendukungnya, Anda akan menghadapi seperti ini. Seseorang dengan mental kuat, dan sedikit beruntung, meraih kemenangan," ujar Djokovic.
Sementara, hasil ini sangat mengecewakan Tsonga yang seharus bisa menutup pertandingan lebih cepat.
"Saya sudah berusaha. Saya sangat frustrasi dan kecewa. Rasanya ingin menghancurkan raket, teriak, dan menangis. Bagaimana bisa kalah?" ujar Tsonga usai laga.
Federer melaju ke semifinal juga setelah bangkit dari ketertinggalan. Meski akhirnya petenis asal Swiss tersebut mampu menaklukan Juan Martin del Potro 3-6, 6-7 (4), 6-2, 6-0, 6-3.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




