Muktamar Pemuda Muhammadiyah Diharapkan Ambil Keputusan Strategis
Rabu, 21 November 2018 | 21:32 WIB
Jakarta - Muktamar Pemuda Muhammdiyah (PM) XVII akan digelar pada 25-28 November 2018 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Muktamar diharapkan dapat mengambil berbagai keputusan strategis.
"Baik putusan arah kebijakan organisasi atau putusan kepemimpinan," kata Calon Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) PM, Sunanto atau yang kerap disapa Cak Nanto dalam keterangan persnya, Rabu (21/11).
Di sisi lain, menurutnya, tindakan evaluasi terhadap perjalanan organisasi selama empat tahun belakangan merupakan satu keharusan. Jangan sampai seluruh pihak abai dengan peringatan yang pernah dilontarkan filsuf Rene Descartes. Ungkapan dari Rene itu yakni "kehidupan yang tidak terkoreksi, tidak layak untuk diteruskan".
Cak Nanto menegaskan, kepemimpinan yang dilahirkan muktamar PM sepatutnya peduli terhadap problem kebangsaan dan keumatan. Misalnya terkait ketimpangan sosial, intoleransi, ekstrimisme, kebodohan, kemiskinan, oligarki ekonomi dan politik, termasuk perilaku buruk elite politik. Beragam persoalan harus menjadi perhatian penting. "PM perlu menjadi agen perubahan," kata dia.
Sudah saatnya PM membangun blok historis perubahan ke arah yang lebih baik dan berorientasi jangka panjang. "Blok historis PM diwujudkan dengan membangun agenda perubahan yang serius dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan blok historis tidak akan terwujud jika PM mengabaikan kekuatan basis massa. "Penguatan massa PM menjadi jawaban untuk mewujudkan cita-cita keislaman dan keindonesiaan," kata dia.
Agenda ini, kata Cak Nanto, perlu dilakukan dengan optimalisasi pemberdayaan kader di banyak ruang dan di setiap lini kehidupan. Kerja penguatan basis massa PM akan berhasil kalau ditopang oleh pemimpin yang menggerakkan model kepemimpinan kolektif. "Kepemimpinan yang menampilkan gaya bos, ala asal bapak senang (ABS), bukanlah ciri kepemimpinan PM. Model-model kepemimpinan otoriter, ABS, tebar pesona, menjadi aib organisasi yang harus diletakkan dalam parit sejarah peradaban PM," tegas Cak Nanto.
Ia dan sejumlah kader PM mengaku telah melakukan perjalanan dakwah dari satu daerah ke daerah lain. Mulai timur hingga barat Indonesia.
Ia menawarkan kepemimpinan alternatif setelah mendengar, berdiskusi, dan bertemu langsung dengan basis massa dan elite-elite PM se-Indonesia. Hal itu demi mewujudkan harapan besar basis massa PM di Tanah Air. "Kami menawarkan kepemimpinan alternatif yang diharapkan dapat menjadi lokomotif pembangunan blok historis Pemuda Muhamamdiyah. Tema besarnya "Penguatan Basis Kader dan Optimalisasi Pemberdayaan Kader Pemuda Muhammadiyah Dalam Menyongsong Zaman Baru"," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




