16 Desainer Indonesia Unjuk Gigi di Paris

Kamis, 22 November 2018 | 12:28 WIB
DA
B
Penulis: Dina Fitri Anisa | Editor: B1
Para model memamerkan rancangan para desainer di acara fashion show bertajuk “Sur La Seine a Paris”, di Ruang Garuda, Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu 21 November 2018.
Para model memamerkan rancangan para desainer di acara fashion show bertajuk “Sur La Seine a Paris”, di Ruang Garuda, Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu 21 November 2018. (Dina fitri anisa)

Jakarta - Indonesia Fashion Chamber (IFC) bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemperin) akan membawa 16 desainer Indonesia berlayar ke pusat fashion dunia, Paris pada 1 Desember 2018. Uniknya, kegiatan yang mengusung tajuk La Mode: Sur La Seine a Paris, akan memperlihatkan keunggulan dan keragaman karya desainer lokal di atas kapal pesiar menyusuri keindahan sungai Seine.

Ketua Nasional IFC, Ali Charisma mengungkapkan, kegiatan yang baru pertama kali dilakukan ini ingin memberikan kesempatan kepada seluruh desainer untuk mempresentasikan karyanya kepada 400 undangan. Diharapkan kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan peluang lebih besar lagi untuk perkembangan fashion Indonesia ke depannya.

Kemudian, untuk konsep La Mode: Sur La Seine a Paris yang terbilang unik ini, Ali menambahkan terobosan dari IFC ini bisa memberikan kesempatan para desainer untuk mempresentasikan karyanya lebih intens kepada para undangan yang diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal.

"Indonesia sudah sering hadir atau membuat event besar di luar negeri. Namun, sayangnya para buyer berat datang ke Indonesia, jadi kami ingin menjemput bola. Tentu, dengan konsep yang unik menghadirkan kekentalan etnik Indonesia dengan paduan modern di atas kapal yang berlayar, mulai dari Menara Eiffel dan mengelilingi sejumlah tempat ikonik di Paris," terangnya saat jumpa pers di Ruang Garuda, Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

Lebih dari itu, kegiatan ini juga memiliki misi untuk menggaungkan modest wear lokal agar menjadi sorotan global. Dalam hal ini sejalan dengan target Pemerintah menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia pada 2020 nanti. Salah satunya dengan meluncurkan International Muslim Fashion Festival yang akan berlangsung tahun depan.

"Paris dikenal dengan pusat fashion dunia. Dari acara ini kami mengharapkan multiplayer effect yang besar, selain memperkenalkan wastra nusantara seperti batik, sarung, dan tenun. Jadi yang untung bukan hanya desainer, tetapi seluruh pelaku industri fashion di Indonesia.

Dengan begitu, kesejahteraan terjamin karena nilai ekspor produk fashion meningkat, serta daya beli masyarakat Indonesia terhadap produk dalam negeri juga semakin bertambah," ungkap Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Gati Wibawaningsih.

Selain Kemperin, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pariwisata Aceh dengan menghadirkan koleksi dari desainer Sukriyah Rusdy, Reborn29. Tampil mengusung tema Winter Romantism, di penghujung 2018 ini Reborn29 akan mempersembahkan 16 koleksi, yang terdiri dari koleksi outfit street style dan etnik Gayo.

Tak ketinggalan Bakti Pendidikan Djarum Foundation juga turut mengirimkan dua siswa binaan dari SMK NU Banat Kudus, dengan lini Zelmira. Nantinya, akan menampilkan 24 koleksi terbaru, yang terdiri dari 12 modest fashion dan 12 busana konvensional.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon