Pernah Diserang Wabah, Warga Pegunungan Bintang Papua Butuh Perhatian

Kamis, 29 November 2018 | 15:15 WIB
HS
B
Penulis: Heriyanto Soba | Editor: B1
Sarana pelayanan publik bagi warga Desa Kutdol, Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua masih sangat minim.
Sarana pelayanan publik bagi warga Desa Kutdol, Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua masih sangat minim. (Ist)

Jakarta – Warga dari sejumlah distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Hal itu karena kawasan ini pernah diserang wabah penyakit sehingga menyebabkan belasan anak meninggal, serta akses dan pelayanan publik yang masih sangat minim.

Informasi yang diperoleh SP dari Desa Kutdol, Oksibil, Pegunungan Bintang, Kamis (29/11) menyebutkan warga setempat pernah diserang wabah penyakit bersamaan dengan yang terjadi di Asmat, Papua, pada akhir Januari 2018 lalu. Sayangnya, akses yang minim sehingga kondisi tersebut tidak banyak diekspose ke publik.

"Masyarakat sering diserang wabah penyakit bersamaan dengan yang terjadi di Asmat. Ada belasan anak-anak meninggal karena kebutuhan dasar kesehatan tidak ada," kata Pastor Paroki Kristus Bangkit Iwur, Damianus Uropmabin Pr.

Paroki Kristus Bangkit Iwur (KBI), Keuskupan Jayapura, berada di wilayah Pegunungan Bintang yang melayani 3.569 umat Katolik dari beberapa stasi dan komunitas basis. Secara administratif pemerintahan, wilayah paroki KBI memiliki lima distrik dari Kabupaten Pegunungan Bintang. Wilayah Paroki KBI terletak di bagian Selatan Pegunungan Bintang yang berbatasan langsung dengan negara Papua New Guinea (PNG).

Damianus menjelaskan bahwa kondisi dan akses antar kampung di kawasan ini masih sangat sulit. Untuk itu, perhatian dari pemerintah dan berbagai pihak lainnya sangat diperlukan. Selain kebutuhan dasar kesehatan yang sangat minim, masyarakat juga membutuhkan pendidikan dan perbaikan ekonomi rakyat. "Masyarakat sangat membutuhkan kehadiran pelayanan publik yang sangat mendasar," katanya.

Pemerhati Papua Jackobus Jagong yang menemui sejumlah warga Paroki KBI membenarkan minimnya akses dan pelayanan publik di beberapa distrik tersebut. Adapun akses dan kebutuhan dasar tersebut juga termasuk dukungan infrastruktur seperti jalan, jembatan, lapangan terbang, listrik dan jaringan telepon.

"Perhatian masih sangat minim dari pemerintah pusat dan daerah bagi warga di beberapa distrik tersebut. Ini yang harus menjadi perhatian karena Pegunungan Bintang ini juga merupakan daerah perbatasan sehingga perlu mendapat prioritas," ujar fungsionaris DPP Partai Golkar ini.

Jackobus menekankan pelayanan mendasar tersebut sangat penting agar korban yang meninggal tidak bertambah lagi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon