Industri Makanan Minuman Bersiap Hadapi Tren Digital 4.0

Jumat, 30 November 2018 | 12:36 WIB
ES
B
Penulis: Elvira Anna Siahaan | Editor: B1
Paolo Maggi, Managing Director of Tetra Pak, menyampaikan paparan dalam  forum diskusi tentang perkembangan industri makanan dan minuman menyambut tren industri 4.0, di Jakarta belum lama ini.
Paolo Maggi, Managing Director of Tetra Pak, menyampaikan paparan dalam forum diskusi tentang perkembangan industri makanan dan minuman menyambut tren industri 4.0, di Jakarta belum lama ini. (istimewa)

Jakarta - Tren digitalisasi dan strategi big data pada publikasi dunia digital kerap dimanfaatkan oleh para pelaku industri makanan dan minuman guna menghadapi persaingan yang ada di pasar.

Lanskap perilaku belanja konsumen pun kian berubah, mulai dari pembelian produk yang semakin mudah didapatkan di manapun dan kapanpun. Menanggapi fenomena tersebut, Kementerian Perindustrian meluncurkan peta jalan (roadmap) "Making Indonesia 4.0" untuk memetakan kebutuhan tren industri 4.0 dan digitalisasi di Indonesia.

Berangkat dari pemahaman inilah, Tetra Pak Indonesia, tergerak untuk menciptakan sebuah forum diskusi dan kerja sama antar pemangku kepentingan untuk memetakan tantangan dan peluang serta mempersiapkan pelaku industri makanan minuman dalam memasuki tren industri 4.0.

Mengangkat tema "Winning The Future Today", acara ini melibatkan Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), selaku perwakilan asosiasi industri makanan minuman bersama sejumlah narasumber perwakilan pemerintah.

Lewat roadmap diharapkan dapat mendorong para pelaku industri terus berinovasi di level operasional maupun produk yang ditawarkannya. Industri makanan minuman juga diharapkan dapat membesarkan skala usaha dan bertransformasi menjadi pengekspor makanan dan minuman pertama di kawasan regional ASEAN.

Paolo Maggi, Managing Director of Tetra Pak Indonesia lewat siaran pers, Jumat (30/11) mengatakan, industri 4.0 yang tengah populer dan dianggap sebagai lompatan berikutnya dalam sejarah industri Indonesia di masa depan.

"Kami telah menyediakan solusi pemanfaatan teknologi digital seperti artifcial intelligence dalam dunia yang terkoneksi satu sama lain. Melalui acara seminar ini, kami berkomitmen untuk mengembangkan bisnis yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian pelaku industri makanan minuman dapat merasakan peningkatan produktivitas, efisiensi bisnis, dan tentunya praktik bisnis yang mengedepankan tanggung jawab lingkungan," kata Paolo.

Sementara Adhi S. Lukman, Ketua Umum GAPMMI juga memaparkan berdasarkan observasi GAPMMI, tren pertumbuhan industri makanan minuman hingga akhir tahun dapat mencapai sekitar 8-9% karena didorong oleh sejumlah faktor, di antaranya tren perubahan gaya hidup, terutama di perkotaan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon