IPW Minta Polda Metro Jaya Tak Heboh Menyikapi Aksi Reuni 212

Jumat, 30 November 2018 | 21:51 WIB
YP
WM
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: WM
Pengunjuk rasa dari sejumlah ormas Islam mengikuti aksi 212 di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 21 Februari 2017.
Pengunjuk rasa dari sejumlah ormas Islam mengikuti aksi 212 di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 21 Februari 2017. (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Ketua Presidium Indonnesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Polda Metro Jaya tidak perlu terlalu heboh menyikapi aksi Reuni 212 di Monas Jakarta. Pasalnya, aksi Reuni 212 tidak seheboh yang dibayangkan masyarakat, karena hanya diikuti tidak lebih dari 20.000 orang.

"Dari penelusuran Indonesia Police Watch (IPW) ke kantong kantong massa Islam di Jakarta terlihat, sikap antusias untuk mengikuti Reuni 212 tergolong rendah," ujar Neta di Jakarta, Jumat (30/11).

Sikap antusias, kata Neta, hanya terlihat di kalangan eks HTI, sebagian anggota FPI, dan beberapa kelompok yang selama ini dikenal sebagai garis keras. Sementara partai partai pendukung capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih ragu untuk ikut dalam Aksi Reuni 212. Mereka khawatir dicap sebagai partai radikal.

"Rendahnya sikap antusias untuk mengikuti Aksi Reuni 212 karena sebagian menilai, "sengketa" dengan Ahok sudah selesai, sehingga mereka merasa tidak perlu lagi bersentimentil dengan reuni," ungkap dia.

Melihat rendahnya sikap antusias untuk mengikuti Reuni 212 ini, kata dia, IPW berharap Polda Metro Jaya menyikapi aksi tersebut dengan wajar dan tidak berlebihan, sehingga tidak muncul kesan lebih banyak polisi ketimbang massa yang reuni.

Meski demikian, lanjut Neta, jajaran Polda Metro Jaya tetap harus siaga dan tegas serta profesional. Artinya, jika ada kelompok kelompok massa yang bertindak radikal dan anarkis, jajaran Polda Metro Jaya jangan takut untuk menindaknya dan memproses para pelakunya secara hukum.

"IPW berharap, menjelang penutupan tahun dan tahun baru serta menyongsong awal tahun politik 2019, semua pihak harus bisa menjaga ketertiban Ibu Kota Jakarta. Polda Metro Jaya sebagai garda terdepan penjaga keamanan Jakarta harus mampu menjamin stabilitas dan ketertiban ibukota. Khusus menghadapi massa Reuni 212, jajaran Polda Metro Jaya santai saja dan jangan heboh, karena jumlah massanya tidak sebanyak yang dihebohkan medsos," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon