Alam, Perempuan, dan Modern di Mata Biyan
Kamis, 7 Juni 2012 | 07:59 WIB
"Foliage is a beautiful word. Foliage represents life and it's growth," kata Biyan Wanaatmadja, sesaat sebelum pagelaran busananya yang bertajuk Foliage di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (6/6) malam.
Kata foliage dari bahasa Inggris yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah dedaunan, menjadi inspirasi Biyan untuk tahun ini. Diakuinya, tema dedaunan atau sesuatu yang hijau memang bukan hal baru. Namun, ia merasa tersentuh dengan tema ini dan membuatnya ingin melahirkan karya-karya.
"Tahun-tahun terakhir, kesibukan bertambah, makin sering saya bekerja di dalam ruangan indoor. Saat bepergian, ketika melalui sebuah area yang bebas aspal dan gedung-gedung, saya merasa ada suatu kesejukan. Kesejukan itu berulang-ulang berubah menjadi kerinduan. Saya pikir, manusia hidup pasti diciptakan untuk menikmati lingkungan. Itu menjadi esensial dalam kehidupan kita yang makin sibuk untuk bisa memiliki suatu keseimbangan yang saya artikan dan saya sadari sangat penting. Sedikit klise, tetapi inspirasi bisa datang dari mana saja dan akan berbicara langsung kepada Anda secara emosional. Itu menjadi sesuatu yang sangat penting untuk saya," kata Biyan menjelaskan inspirasi konsepnya.
Kesembilan puluh kreasi yang ditampilkan Biyan di atas panggung yang berhias dedaunan hijau menggambarkan kreasi yang berjiwa relaks. "Konsep kali ini kebanyakan bergaya laid back, comfortable, tetap cantik tetapi tidak berlebihan. Banyak koleksi basic, tetapi bisa di-mix and match individually. Padu padan dengan yang tanpa atau dengan kristal cantik. Bisa dipakai malam dan siang hari. Ke kantor atau di luar kantor. Intinya, koleksi ini modern thinking of modern women of today," ungkapnya lagi.
Padu padan mengutamakan penyelarasan antara atasan ramping dengan potongan bawahan bervolume, juga sebaliknya. Detail-detail bunga kecil dalam bentuk overlayering atau superposition tulle embroidery banyak terlihat di peragaan. Permainan detail beads dengan konsep 3D applique, geometric, scales, flower bouquet, dibuat dengan penggunaan vintage semi-precious stones dan kristal Swarovski. Koleksi busana berbahan dasar motif cetak juga banyak terlihat.
Palet warna koleksi Foliage adalah warna-warna lembut dari merah muda pucat, abu-abu smokey, celadon, pastel, kehijauan, dan lainnya mempertegas nuansa rancangan yang bergaya romantis.
Diakui Biyan, persiapan untuk menyususn koleksi biasanya minimum 7-8 bulan, "Karena saya selalu mengikuti international fairs supaya tahu arah [gaya] upcoming season. Semuanya saya buat mengikuti schedule itu. Itu yang membuat persiapan lama."
Lebih lanjut, desainer yang memasuki tahun berkarya ke-30 ini menjelaskan tentang konsep dasarnya saat mendesain, "Wujud wanita itu sendiri adalah sesuatu yang indah tapi respectable. Tetapi bagaimana membuat beautiful things in a simple way, bukan dengan sesuatu yang 'heboh'? Ternyata tidak mudah untuk membuat sederhana menjadi cantik. Itu sangat kompleks. Karena kita harus bicara proporsi, dan membuat sesuatu desain yang pada akhirnya si pemakai tidak termakan dengan ke-'heboh'-an bajunya".
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




