KPK: Ukuran Korupsi Tak Sama Dengan Ukuran Penyakit Kanker
Rabu, 5 Desember 2018 | 15:09 WIB
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, ukuran tingkat korupsi di suatu negara, termasuk Indonesia tidak bisa menggunakan ukuran penyakit yang diderita manusia seperti kanker.
Cara mengukur tingkat korupsi menggunakan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) yang setiap tahun dirilis Transparency International. IPK atau CPI ini digunakan oleh dunia internasional sebagai salah satu indikator keberhasilan program-program pemberantasan korupsi di suatu negara.
"Ukuran korupsi itu bukan, beda dengan ukuran penyakit kanker stadium 1,2,3,4. Ukuran korupsi itu harus dilihat dari Corruption Perception Index kita," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif di sela-sela kegiatan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (5/12).
Syarif membenarkan bahwa dengan bersandar pada IPK, Indonesia masih tergolong sebagai negara korup. Namun, Syarif menegaskan, skor IPK Indonesia sudah melampaui Thailand dan Filipina. Saat ini, Indonesia menempati posisi ketiga di antara negara-negara Asia Tenggara. Diketahui, pada 2017 IPK Indonesia mendapat skor 37. Indonesia menempati urutan ke-96 dari 180 negara yang disurvei.
"Memang betul bahwa masih negara korup tetapi kalau di ASEAN itu kita sudah melebihi Thailand. Kita sudah melebihi Filipina, kita sudah melebihi negara yang lain. Kita nomor tiga di ASEAN itu. Jadi saya pikir memang korupsi masih banyak, tetapi apakah itu stadium 4 atau 3," katanya.
Untuk itu, Syarif meminta semua pihak untuk menggunakan tolok ukur dan indikator yang sesuai untuk menilai tingkat korupsi di Indonesia.
"Lebih bagus kita pakai standar yang Corruption Perception Index dibanding kita memakai standar yang enggak pernah dipakai untuk mengukur tingkat korupsi suatu negara," katanya.
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang menyebut korupsi di Indonesia sudah darurat layaknya seorang yang menderita penyakit kanker stadium 4. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menjadi pembicara di acara The World in 2019 Gala Dinner di Singapura, pada 27 November lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




