Paspi Usul Seluruh Mesin Diesel RI Gunakan CPO
Minggu, 9 Desember 2018 | 10:52 WIB
JAKARTA – Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (Paspi) merekomendasikan kepada pemerintah agar seluruh mesin-mesin diesel di dalam negeri menggunakan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai bahan bakar.
Hal itu menjadi solusi jangka pendek untuk mendongkrak harga tandan buah segar (TBS) sawit petani. Mesin diesel di Tanah Air umumnya dioperasikan oleh PT PLN, PJKA (PT Kereta Api), dan PT Pelni.
Direktur Eksekutif Paspi Tungkot Sipayung menjelaskan, sejumlah langkah jangka pendek bisa dilakukan pemerintah untuk mendongkrak harga TBS petani sawit domestik. Selain mengharuskan seluruh mesin diesel di dalam negeri menggunakan CPO, pemerintah juga perlu memastikan mandatori program B20 (baik untuk PSO maupun bukan PSO) beroperasi secara penuh.
"Relaksasi pungutan ekspor CPO sudah jalan, selanjutnya pemerintah perlu memaksimalkan ekspor olein ke negara emerging market dengan memberikan dukungan relaksasi pungutan produk turunan," jelas Tungkot dalam bahan diskusi yang diterima Investor Daily Jakarta, Jumat.
Tungkot menjelaskan, penurunan harga TBS salah satunya disebabkan oleh merosotnya harga CPO di pasar global. Penurunan harga minyak sawit dunia sendiri disebabkan oleh kondisi oversupply, permintaan yang lemah, dan stok yang tinggi pada pasar empat minyak nabati utama dunia. Penurunan harga CPO dunia itu pada akhirnya menurunkan pendapatan perkebunan sawit Indonesia yang besarnya berbeda-beda antardaerah, plasma dan swadaya, dan umur tanaman.
"Penurunan pendapatan perkebunan sawit (perusahaan maupun petani) berdampak luas pada berbagai sektor ekonomi nasional maupun penerimaan pemerintah. Karena itu, solusi jangka pendek dan panjang diperlukan untuk mengatasi hal itu," jelas Tungkot.
Sementara itu, sebagai upaya jangka panjang, pemerintah perlu mengurangi ketergantungan pasar dunia dengan memperkuat penggunaan dan hilirisasi minyak sawit di dalam negeri. "Melalui hilirisasi, saatnya Indonesia menjadi raja oleofood dunia, raja oleokimia dunia, dan raja biofuel dunia," ujar dia.
Dari CPO melakui proses hilirisasi bisa diperoleh produk oleofood seperti minyak goreng, mentega, cokelat, dan bofarmasi. Sedangkan produk oleokimia mencakup sabun, sampo, pelumas, dan bioplastik, lalu biofuel mencakup biodiesel, greendiesel, greengasolin, dan greenavtur. Dalam catatan Paspi, harga CPO FOB Belawan sepanjang 2018 terus merosot. Pada awal tahun masih di kisaran US$ 600-800 per ton, namun pada Oktober-November 2018 hanya di kisaran US$ 500 per ton.
Meski tergolong rendah, namun pergerakan harga 2018 tersebut masih dalam ruang pergerakan harga dalam 10 tahun terakhir. Dampak penurunan harga CPO terjadap TBS tersebut berbeda antardaerah, antarpabrik kelapa sawit, dan antarpetani plasma dan mandiri.
Namun yang paling terdampak adalah petani sawit mandiri. Untuk tanaman sawit petani mandiri dengan umur sekitar tiga tahun misalnya, harga TBS yang pada Januari masih di atas Rp 800 per kilogram (kg) pada November sudah di bawah Rp 800 per kg. (*)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




