Kolaborasi Tari Jerman dan Kamboja dalam Crack
Kamis, 7 Juni 2012 | 17:06 WIB
Karya koreografer asal Jerman tentang kehidupan masyarakat Kamboja saat ini.
Situasi sebuah bangsa yang mulai berubah, ketika tradisi dan kekinian menjadi tegangan tersendiri, menjadi tema dalam pertunjukan Crack, karya koreografer asal Jerman, yang berbasis di Brussels, Arco Renz.
Bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, pertunjukan yang berada dalam program Indonesian Dance Festival (IDF) ke-11 ini akan berlangsung pada Jumat (8/6) pukul 20.00 WIB.
Diproduksi oleh Pusat Kebudayaan Jerman, Goethe-Insitut, karya yang merupakan tugas komisi baru dari Singapore Arts Festival ini akan ditarikan enam penari dari Phnom Penh, Kamboja yang berbasis di Amrita Performing Arts.
Mereka secara fisik menerjemahkan kondisi-kondisi baru kehidupan mereka ke dalam parameter tari waktu, ruang dan energi tubuh. Menjelajahi tema kemunculan diri dari isolasi menuju integrasi dalam kompleksitas dunia kontemporer, karya ini menggambarkan dan menjelaskan melalui tari kontemporer, musik tari dan performance, kondisi suatu negara yang telah berubah.
Musik yang mengiringi pertunjukan ini dikomposisi oleh Marc Appart yang bekerja sama dengan b-boy muda dari Kamboja “Peanut“ AKA Phanna Nam dan dua rapper yang tergabung dalam Tiny Toones Cambodia, sebuah pusat komunitas yang melalui breakdance, hip-hop, dan seni kontemporer sebagai alat kreatif untuk mengajak kaum muda Kamboja hidup sehat, bebas HIV, dan narkoba, membangun masa depan yang lebih menjanjikan dengan melanjutkan kesempatan pendidikan mereka, dan menjadi panutan positif bagi komunitas mereka.
Arco Renz mulai berkesenian di Brussels ketika pada tahun 2000 ia mendirikan Kobalt Works di kota itu, sebagai tempat untuk mengolah tubuh berdasarkan konsep sentral dramaturgi abstrak. Berfokus pada konfrontasi tubuh dengan parameter ruang dan waktu Arco menyelidiki potensi emosional abstraksi.
Arco Renz mempelajari tari, teater dan sastra di Berlin dan Paris dan merupakan salah satu generasi pertama lulusan Anne Teresa De Keermaekers PARTS di Brussels. Awalnya sebagai pemain, kemudian asisten, ia kemudian bekerja dengan Robert Wilson dari 1997-2001 pada berbagai produksi tari, teater, dan opera.
Di bidang opera, Arco menjadi koreografer antara lain untuk produksi Luc Bondy Idomeneo (2005), Julie (2005), dan Yvonne, Princesse de Bourgogne (2009).
Produksi utama Kobalt Works termasuk Think Me Thickness (2001), .states. (2001), Mirth (2002), Dreamlands (2003), Heroine (2004), Opium (2004), Bullitt (2006), i!2 (2008), PA (2009), dan 1001 (2010).
Amrita Performing Arts adalah sebuah LSM Internasional yang berbasis di Phnom Penh, dengan status nirlaba dari Amerika Serikat. Amrita berkomitmen untuk menciptakan tari dan teater kontemporer Kamboja, menanggapi dorongan kreatif generasi muda seniman yang dengan penuh semangat mendedikasikan diri untuk mengantarkan seni warisan negara mereka ke masa depan.
Situasi sebuah bangsa yang mulai berubah, ketika tradisi dan kekinian menjadi tegangan tersendiri, menjadi tema dalam pertunjukan Crack, karya koreografer asal Jerman, yang berbasis di Brussels, Arco Renz.
Bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, pertunjukan yang berada dalam program Indonesian Dance Festival (IDF) ke-11 ini akan berlangsung pada Jumat (8/6) pukul 20.00 WIB.
Diproduksi oleh Pusat Kebudayaan Jerman, Goethe-Insitut, karya yang merupakan tugas komisi baru dari Singapore Arts Festival ini akan ditarikan enam penari dari Phnom Penh, Kamboja yang berbasis di Amrita Performing Arts.
Mereka secara fisik menerjemahkan kondisi-kondisi baru kehidupan mereka ke dalam parameter tari waktu, ruang dan energi tubuh. Menjelajahi tema kemunculan diri dari isolasi menuju integrasi dalam kompleksitas dunia kontemporer, karya ini menggambarkan dan menjelaskan melalui tari kontemporer, musik tari dan performance, kondisi suatu negara yang telah berubah.
Musik yang mengiringi pertunjukan ini dikomposisi oleh Marc Appart yang bekerja sama dengan b-boy muda dari Kamboja “Peanut“ AKA Phanna Nam dan dua rapper yang tergabung dalam Tiny Toones Cambodia, sebuah pusat komunitas yang melalui breakdance, hip-hop, dan seni kontemporer sebagai alat kreatif untuk mengajak kaum muda Kamboja hidup sehat, bebas HIV, dan narkoba, membangun masa depan yang lebih menjanjikan dengan melanjutkan kesempatan pendidikan mereka, dan menjadi panutan positif bagi komunitas mereka.
Arco Renz mulai berkesenian di Brussels ketika pada tahun 2000 ia mendirikan Kobalt Works di kota itu, sebagai tempat untuk mengolah tubuh berdasarkan konsep sentral dramaturgi abstrak. Berfokus pada konfrontasi tubuh dengan parameter ruang dan waktu Arco menyelidiki potensi emosional abstraksi.
Arco Renz mempelajari tari, teater dan sastra di Berlin dan Paris dan merupakan salah satu generasi pertama lulusan Anne Teresa De Keermaekers PARTS di Brussels. Awalnya sebagai pemain, kemudian asisten, ia kemudian bekerja dengan Robert Wilson dari 1997-2001 pada berbagai produksi tari, teater, dan opera.
Di bidang opera, Arco menjadi koreografer antara lain untuk produksi Luc Bondy Idomeneo (2005), Julie (2005), dan Yvonne, Princesse de Bourgogne (2009).
Produksi utama Kobalt Works termasuk Think Me Thickness (2001), .states. (2001), Mirth (2002), Dreamlands (2003), Heroine (2004), Opium (2004), Bullitt (2006), i!2 (2008), PA (2009), dan 1001 (2010).
Amrita Performing Arts adalah sebuah LSM Internasional yang berbasis di Phnom Penh, dengan status nirlaba dari Amerika Serikat. Amrita berkomitmen untuk menciptakan tari dan teater kontemporer Kamboja, menanggapi dorongan kreatif generasi muda seniman yang dengan penuh semangat mendedikasikan diri untuk mengantarkan seni warisan negara mereka ke masa depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




