Tim Prabowo-Sandi: Debat Turut Pengaruhi Pemilih

Senin, 10 Desember 2018 | 15:57 WIB
HS
JS
Penulis: Hotman Siregar | Editor: JAS
Ilustrasi Debat Capres
Ilustrasi Debat Capres (Beritasatu Photo)

Jakarta - Anggota tim debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Sodik Mudjahid menjelaskan, debat capres di Indonesia sangat jelas mendapatkan perhatian dan memengaruhi proses pemilihan kelas terdidik menengah ke atas.

Oleh karema itu, format debat harus bisa mengeksplorasi secara maksimum keunggulan pasangan.

"Sehingga jelas mana individu dan pasangan yang layak dan tidak layak jadi presiden maupun wakil presiden," ujar Sodik di Jakarta, Senin (10/12).

Sodik menjelaskan, format debat lebih bagus seperti acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TV One. Debat seperti itu, kata dia, tidak terlalu kaku sebagaimana format selama ini yang diatur oleh pembawa acara dan diatur format.

Menurutnya, substansi dan konten harus lebih mengutamakan visi-misi program masing-masing pasangan. Selain itu, pikiran dan gagasan terhadap beberapa isu aktual dan isu penting bangsa negara dan internasional.

Sodik juga menyebut debat capres bisa dilakukan lebih dari lima kali. Namun, itu sulit direalisasikan karena banyak media di Indonesia takut kelemahan jagoannya diketahui dan menjadi kalah.

"KPU harus netral dan membiayai acara tersebut sepenuhnya. Pilih media netral dan ini demi edukasi kepada rakyat dalam memberikan informasi yang baik kepada calon pemilih," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon