Wiranto Bantah Penggunaan Bom di Papua

Selasa, 11 Desember 2018 | 17:44 WIB
AH
B
Penulis: Aichi Halik | Editor: B1
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, 5 Desember 2018. Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, 5 Desember 2018. Aparat gabungan terus berusaha mengatasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga telah menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. (Antara/Iwan Adisaputra)

Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto membantah adanya penggunaan serangan udara dan bom untuk memburu kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua.

"Saat ini memang ada isu bahwa TNI pakai bom, enggak ada. Tapi kalau kita gunakan granat pelontar, iya. Dan suaranya kalau buat orang awam sama dengan bom suaranya, tapi barangnya beda," kata Wiranto di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (11/12).

Kabar penggunaan bom udara pertama kali disampaikan oleh Kepala Kampung di Yigi, Papua. Mereka menyebut adanya serangan udara dan bom dari TNI terhadap KKSB yang mengakibatkan sejumlah warga sipil tewas.

Wiranto menegaskan, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga ambil bagian dalam operasi kali ini karena pengejaran para pelaku pembunuhan pekerja sipil di Nduga tidak mudah.

"Kita datangkan dari pasukan non organik, bukan dari Papua. Apakah itu Brimob dan Kopassus. Karena memang itu dibutuhkan untuk operasi pengejaran yang tidak mudah. Karena medannya sulit sekali," ujar Wiranto.

Sebelumnya, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menegaskan informasi pengunaan bom tersebut tidak benar.

"Kami perlu tegaskan di sini bahwa TNI tidak pernah menggunakan serangan bom, TNI hanya menggunakan senjata standar pasukan infantri yaitu senapan perorangan yang dibawa oleh masing-masing prajurit," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon