Integrasi Transportasi Publik Ditargetkan Rampung Semester I-2019
Selasa, 11 Desember 2018 | 21:12 WIB
Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Tranjakarta) menargetkan integrasi empat moda transportasi publik yakni Transjakarta, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Light Rail Transit (LRT) Jakarta dan Commuter Line (CL) akan terealisasi pada semester I-2019.
Hingga saat ini, PT Transjakarta berkolaborasi dengan PT MRT Jakarta dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang membangun LRT Jakarta untuk melakukan integrasi melalui stasiun dan halte yang ada. Sehingga begitu penumpang turun dari salah satu moda transportasi, mereka bisa melanjutkan dengan tiga moda lainnya.
Direktur Teknik dan Fasilitas PT Transjakarta, Wijanarko, mengatakan, saat ini rencana integrasi antara Transjakarta dengan MRT, LRT dan CL sedang dilakukan.
"Kita akan mengintegrasikan dengan moda-moda transportasi publik yang sudah ada di Jakarta," kata Wijanarko dalam acara Temu Jurnalis Transjakarta di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Selasa (11/12).
Dijelaskannya, integrasi Transjakarta dengan MRT Jakarta dilakukan dengan empat halte Transjakarta dan Stasiun MRT Jakarta. Rinciannya, Halte Bundaran Hotel Indonesia (HI) akan terintegrasi dengan Stasiun MRT Bundaran HI.
Lalu, Halte Tosari akan terintegrasi dengan Stasiun MRT Dukuh Atas, Halte CSW Koridor 13 terintegrasi dengan Stasiun MRT Sisingamangaraja dan Halte Lebak Bulus Koridor 8 terintegrasi dengan Stasiun MRT Lebak Bulus.
"Kita akan coba di Bundaran HI, sebagai akhiran Fase 1 MRT Jakarta. Kita akan integrasikan dengan Transjakarta. Nanti Halte akan dibangun enam pintu, yang bisa masuk ke dalam Stasiun MRT. Untuk integrasi di kawasan ini, mudah-mudahan Maret sudah berjalan pada saat pelucuran operasional MRT pada Maret 2019," ujarnya.
Selanjutnya, integrasi Halte Tosari dengan Stasiun MRT Dukuh Atas, pihaknya akan merobohkan jembatan penyeberangan orang (JPO) diganti dengan pelican crossing untuk sementara waktu. Setelah itu, akan dibangunkan halte transjakarta baru di Tosari yang lebih dekat dengan Stasiun MRT Dukuh Atas.
"Untuk yang Tosari, kita targetkan akhir tahun sudah beralih dari JPO ke pelican crossing. Kemudian, dilanjutkan dengan pembuatan halte baru," tuturnya.
Di Halte CSW sempat menjadi kontroversi karena tinggi jalan layang mencapai 20 meter, namun tidak menjadi halangan untuk diintegrasikan dengan Stasiun MRT Sisingamangaraja. Nantinya, para penumpang Transjakarta atau MRT, bisa menuju stasiun atau halte dengan menggunakan lift atau eskalator.
"Sekarang ada dua pilihan, menggunakan eskalator atau lift. Nanti akan kita putuskan dan realisasikan dengan MRT Jakarta. Diharapkan dapat rampung pada semester pertama 2019," jelasnya.
Untuk integrasi di Lebak Bulus, kata Wijanarko, pihaknya sedang mencari lahan diantara halte dan stasiun untuk dijadikan tempat pengendapan (pengeteman) bus Transjakarta. Lahan di halte, dinilai sangat sempit sehingga bus tidak bisa mengetem terlalu lama.
"Kita mau dengan adanya lahan tempat pengendapan bus, membuat bus bisa mengetem lama untuk mengangkut penumpang. Jadi disaat jam sibuk di pagi dan sore, kita tidak ingin headway-nya panjang. Cukup dua atau tiga menit, penuh langsung jalan," ungkapnya.
Integrasi Transjakarta dengan LRT Jakarta dilakukan antara Halte Pemuda Rawamangun dengan Stasiun LRT Velodrome. Nantinya, halte Transjakarta akan ada ditengah, dan jalurnya akan diperpanjang menjadi 200 meter. Sehingga penumpang LRT Jakarta bisa langsung menaiki Transjakarta dengan mudah. Begitu sebaliknya. "Rawamangun akan rampung pada semester pertama 2019," ucapnya.
Sementara itu, integrasi dengan CL dilakukan di tiga halte Transjakarta dan Stasiun Kereta Api. Yakni, Stasiun Tosari Koridor 1 dengan Stasiun Sudirman, Halte Stasiun Klender Koridor 11 dengan Stasiun Klender dan Halte Stasiun Cakung koridor Non-BRT dengan Stasiun Cakung. Semuanya juga akan rampung pada Semester I 2019.
"Jadi, tahun 2019 adalah tahun integrasi. Tidak hanya fisik, namun juga dengan moda transportasi lain, serta pembayaran," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




