Refleksi Tahun Politik, Komaruddin Hidayat: Mana yang Lele dan Ikan Mas?

Jumat, 14 Desember 2018 | 10:45 WIB
AS
BJ
Penulis: Ahmad Salman | Editor: BON
Cendekiawan Muslim Prof. Dr. Komaruddin Hidayat merefleksikan kondisi 2018 dalam dua kacamata. Satu orang dinilainya selalu melihat ke depan atau visioner, dan satunya miopik atau pandangannya hanya hari ini.
Cendekiawan Muslim Prof. Dr. Komaruddin Hidayat merefleksikan kondisi 2018 dalam dua kacamata. Satu orang dinilainya selalu melihat ke depan atau visioner, dan satunya miopik atau pandangannya hanya hari ini.

Jakarta - Tahun 2018 adalah tahun politik. Sebab, Indonesia telah mengadakan 171 pemilihan kepada daerah (pilkada) secara langsung. Selang setahun kemudian, berlanjut ke pesta demokrasi memilih anggota legislatif dan presiden pada 2019.

Label olok-olokan jelang pemilu pun menjamur. Salah satunya akrab terdengar saling berbalas "pantun" cebong dan kampret dari masing-masing kubu capres dan cawapres.

Di tengah kondisi politik yang saling serang akibat berbeda pilihan, alangkah bijak menggunakan kacamata yang benar dan tepat untuk memahami situasi. Sehingga tidak salah ketika mengambil sikap dan perilaku tanggapan.

Merefleksikan kondisi tahun 2018 ini, Cendekiawan Muslim Komaruddin Hidayat menggunakan dua kacamata dalam memandangnya. Satu orang selalu melihat ke depan atau visioner dan satu orang lagi bersifat miopik, pandangannya hanya hari ini, bagaimana menghadapi pemilu dan pileg.

"Sehingga sebagian masyarakat ibarat mendaki gunung, terkurung dalam semak-semak, sehingga langit sempit tak melihat indahnya gunung. Saya khawatir sebagian mata kita berada pada semak-semak itu, bagaimana aku menang," ucap Komaruddin kepada BeritaSatu di Jakarta, Kamis (13/12) petang.

Sudut pandang lain, Mas Komar--sapaan akrab Komaruddin Hidayat, juga menganggap kondisi saat ini ibarat muddying the water, memasukkan lumpur ke air supaya keruh. Ia mencontohkan ketika masing-masing calon gencar mengkampayekan berbagai program, sementara lawan politik memutar balikan fakta dengan kirim hoaks dan memutar opini. "Sehingga program bagus tadi, ibarat gambar diacak-acak jadi buram," kata dia.

Mas Komar juga mengibaratkan kondisi saat ini dengan habitat ikan lele hidup di air keruh dengan ikan mas. Ikan lele bila terkena sinar matahari dan dilihat manusia stres. Namun ikan lele menikmati kondisi itu di air yang gelap dan keruh. "Jadi politisi kita itu mana yang ikan lele dan mana yang ikan mas?" pungkasnya.

Lihat video:



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon