Kasus Obor Rakyat, Ketum PPP: Prabowo Sudah Banyak Sampaikan Hoax
Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:50 WIB
Jakarta - Anggota Dewan penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Romahurmuziy mengungkapkan sejumlah perbedaan hoax yang disampaikan kubu Prabowo Subianto saat ini dengan Pilpres 2014. Salah satunya terkait dengan aktor yang menyampaikan hoax.
Menurut Romahurmuziy yang saat Pilpres 2014 menjadi ketua divisi strategi Tim Kampanye Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, hoax saat itu diciptakan dan disalurkan oleh simpatisan Prabowo-Hatta dalam bentuk tabloid yang disebut Obor Rakyat. Sementara sekarang bukan saja dilakukan oleh tim atau simpatisannya. "Kan banyak hoax yang sudah disampaikan bukan hanya tim Prabowo, tetapi Pak Prabowo sendiri sudah banyak hoax yang disampaikan, nggak perlu timnya," ujar Romahurmuziy seusai Rakornas Tim Hukum dan Advokasi Jokowi-Ma'ruf di Hotel Acacia, Jakarta, Jumat (14/12) malam.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyebut beberapa hoax yang sudah disampaikan Prabowo yakni Indonesia bubar tahun 2030, kasus Ratna Sarumpaet dimana Prabowo ikut konferensi pers. Prabowo juga berjanji Indonesia tanpa impor dan utang jika menjadi presiden.
"Jadi ini sudah menunjukkan penurunan kualitas manufer mereka, karena dulu kan yang turun kroco-kroconya, sekarang sudah bos-bosnya langsung turun," ungkap dia.
Selain terkait aktor, kata Romahurmuziy, yang berbeda adalah mediumnya. Jika dulu kubu Prabowo menggunakan medium fisik dalam bentuk tabloid, sedangkan sekarang menggunakan medium online. Menurut dia, medium online jauh lebih murah dibandingkan medium fisik. "Dari yang fisik sifatnya menjadi online. Jadi tentu ada perubahan modus seiring peningkatan penetrasi teknologi informasi di Indonesia," ungkap dia.
Romahurmuziy menilai medium online ini sebenarnya tidak efektif karena sebagian masyarakat Indonesia belum terhubung internet. Namun dia menduga kubu Prabowo tetap menggunakan medium online karena keterbatasan logistik atau dana untuk membiayai medium fisik.
"Saya lihat perubahan medium ini karena logistik mereka yang pas-pasan. Jadi mereka tidak lagi bisa menebarkan medium yang sifatnya fisik, padahal separuh masyarakat kita belum terhubung internet," kata dia.
Bahkan, kata Romahurmuziy, berdasarkan laporan pasukan pemenang Pemilu PPP di lapangan di seluruh Indonesia, belum ada pergerakan signifikan dari kubu pasangan Prabowo-Sandi di lapangan. Atribut kampanye Prabowo-Sandi, juga masih terbatas dan kebanyakan masih berasal dari inisiatif caleg khususnya Gerindra. "Mereka hanya main isu dan itu dipancarkan melalui media sosial, itu memang karena mereka kehabisan dana," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




