Mosi Tak Percaya Partai Buruh Inggris Dianggap Lelucon
Selasa, 18 Desember 2018 | 19:01 WIB
London-Upaya pengajuan mosi tidak percaya Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn kepada Perdana Menteri (PM) Theresa May karena penundaan berlarut-larut voting Brexit, dianggap lelucon.
Corbyn juga menuai sindiran dari sejumlah partai pendukung May. Pemimpin SNP Nicola Sturgeon lewat pesan Twitter, menyatakan "Partai Buruh mempersiapkan mosi hanya untuk PM daripada seluruh pemerintahan menimbulkan pertanyaan, anggota Tory (Partai Konservatif) yang mana yang mereka inginkan sebagai PM?"
Nigel Dodds dari Partai Persatuan Demokratik (DUP) Irlandia Utara yang telah menopang pemerintahan Konservatif sejak Juni 2017 menyatakan tidak tertarik dengan "lelucon" parlemen atau permainan peran Partai Buruh.
Sementara itu, Theresa May membantah laporan yang menyebut dia meminta nasihat dari pendahulunya, mantan PM David Cameron, terkait kebuntuan Brexit di parlemen.
Sejumlah sumber menyebut May dan Cameron saling berkomunikasi tentang memberikan Majelis "peran lebih besar" jika kesepakatan Brexitnya diveto oleh anggota parlemen.
Namun, May menyatakan dirinya berbicara terakhir kali dengan anggota parlemen pada pertengahan November.
Menurut May, dia berbicara dengan Cameron dan beberapa mantan PM lainnya sebagai "sopan santun" ketika kesepakatan Brexit dengan UE difinalisasi pada 14 November lalu.
Parlemen Inggris saat ini sangat terpecah dengan faksi-faksi saling menekan pilihan yang berbeda tentang hubungan masa depan dengan UE.
May dan para menterinya berulang kali mengesampingkan referendum kedua, menyebut hal itu hanya menciptakan keretakan dan mengkhianati para pemilih yang mendukung Brexit 52% melawan 48% pada 2016.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




