Tiga Tahapan dalam Menjaga Keamanan Pangan
Rabu, 19 Desember 2018 | 17:55 WIB
Jakarta - Makanan yang aman dan bernutrisi merupakan salah satu unsur utama untuk mendukung tumbuh kembang anak dan menjadikan keluarga yang sehat.
Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), 1 dari 10 orang di seluruh dunia jatuh sakit setiap tahun karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Terlebih, anak berusia di bawah 5 tahun memiliki resiko besar terjangkit penyakit yang berhubungan dengan foodborne diseases. Makanan yang tidak aman membawa bakteri, virus, parasit berbahaya serta kandungan bahan kimia yang dapat menyebabkan 200 jenis penyakit, diantaranya adalah diare.
Dokter Spesialis Gizi Klinis, dr Juwalita Surapsari MGizi SpGK, mengatakan, penyediaan nutrisi dan pemilihan menu makanan merupakan faktor yang cukup menantang dan kompleks bagi kalangan ibu rumah tangga. Karena itu, ibu perlu untuk lebih memperhatikan keamanan pangan untuk menghindari kontaminasi bakteri yang dapat menimbulkan penyakit.
"Selain itu, ketelitian ibu dalam mempersiapkan bahan makanan dengan baik, akan bermanfaat untuk menjaga kandungan gizi yang optimal. Pasalnya, makanan yang disajikan dapat mempengaruhi kesehatan dan masa depan anak," ujar dr Juwalita, di Jakarta, Rabu (13/12).
Lebih lanjut, dr Juwalita menambahkan, ada tiga tahap yang perlu diperhatikan ibu dalam menjaga keamanan pangan. Upaya untuk menyajikan makanan yang aman dapat dilakukan di rumah, mulai dari pemilihan bahan pangan segar dan kemasan, penyimpanan pangan, dan proses pengolahan dan penyajiannya.
"Selain keamanan pangan, kombinasi dari berbagai bahan pangan juga menjadi salah satu upaya memenuhi kebutuhan gizi keluarga," tambahnya.
Kepala Divisi Perkembangan Anak Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen FEMA IPB, Dr Ir Dwi Hastuti MSc, menambahkan, dalam pembentukan kebiasaan makan anak, terdapat korelasi antara perhatian ibu dalam menyiapkan makanan dengan perilaku anak.
"Peran penting ibu dalam menentukan panganan aman dan sehat bagi anak telah dimulai sejak anak dalam kandungan. Selanjutnya, apa yang dikonsumsi ibu akan dikonsumsi pula oleh anak," jelasnya.
Selain itu, lanjut dr Dwi, anak juga melihat pola, kebiasaan, serta tata cara makan ibu dan akan mencontohnya. Oleh sebab itu, makanan yang disajikan setiap hari sebaiknya beragam, mengandung gizi seimbang dan aman.
"Jangan hanya mengikuti kehendak anak. Untuk membentuk kebiasaan baik anak akan makanan sejak dini, ibu dapat memberikan penjelasan yang masuk akal serta melatih anak membuat pilihan sesuai kebutuhan, bukan makan tanpa rencana. Terutama di musim liburan, dimana kalangan orang tua cenderung permisif pada anak," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




