Kubu Prabowo-Sandi Tepis Anggapan Kesulitan Pendanaan

Kamis, 20 Desember 2018 | 12:27 WIB
CP
FB
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FMB
Pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) - Sandiaga Uno (kedua kiri) bersama Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimuri Yudhoyono (kanan) dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Kuningan, Jakarta, Rabu (12/9). Kedatangan pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke rumah SBY itu untuk membahas pemenangan dalam Pemilihan Presiden 2019.
Pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) - Sandiaga Uno (kedua kiri) bersama Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimuri Yudhoyono (kanan) dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Kuningan, Jakarta, Rabu (12/9). Kedatangan pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke rumah SBY itu untuk membahas pemenangan dalam Pemilihan Presiden 2019. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi), Hinca IP Pandjaitan menepis isu pihaknya mengalami kesulitan pendanaan. Ditegaskan, kekuatan Prabowo-Sandi dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 tidak ditentukan oleh besarnya anggaran.

"Sama sekali tidak benar (pendanaan sulit). Kekuatan kami bukan ditentukan seberapa besar dananya, tetapi seberapa efisien dan efektif dana digunakan menyasar target. Lamanya masa kampanye seperti lomba maraton yang membutuhkan strategi mengulur benang di tangan agar layang-layang maksimal tinggi terbang," kata Hinca, Kamis (20/12).

Menurutnya, logistik anggaran memang dibutuhkan, misalnya untuk pembiayaan saksi saat Pilpres. "Tak ada kemenangan bisa diraih tanpa logistik yang cukup, tetapi kemenangan tak ditentukan semata mata karena logistik. Biaya saksi cukup besar, pengawasan ketat menjadi penting," ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat tersebut, tanpa menyebut jumlah total dana saksi.

Ia pun tidak mengetahui secara persis sumbangan yang diberikan kepada Prabowo-Sandi dari para pengusaha. Sebab, hal tersebut ditangani oleh bendahara BPN. Meski begitu, ia optimistis sejumlah kalangan bakal menyumbang. "Saya yakin ada banyak simpati yang datang. Ada banyak empati yang menghampiri," ucapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon