Amerika Serikat Kekurangan Stok Pohon Natal
Sabtu, 22 Desember 2018 | 16:47 WIB
Richmond - Bagi warga Amerika Serikat (AS) yang mencari pohon Natal dari pohon cemara asli, mungkin tahun ini perlu sedikit keberuntungan. Di negara bagian Virginia Tengah, AS, banyak pemasok yang sudah kehabisan stok dan akan semakin ketat tahun depan.
Karyawan di pusat perbelanjaan Tom Leonard's Farmers Market di Short Pump mengatakan makin banyak orang yang datang membeli pohon Natal ke farmer's market karena toko-toko lokal sudah kehabisan.
Para ahli memperkirakan resesi ekonomi tahun 2008 dan kekeringan menjadi penyebab kelangkaan pohon cemara. Diprediksi, kekurangan pohon Natal bisa terjadi sampai tahun 2025.
Salah satu pembeli, Jill Erwin, setiap tahun mempunyai tradisi menemukan pohon Natal yang sempurna. Bagi Erwin, tahun ini sungguh menjadi suatu tantangan. "Ada sedikit pilihan di sini, jadi saya katakan apa yang akan saya lakukan?" ujarnya.
Erwin juga mengingatkan agar tidak kaget dengan harga pohon Natal di Virginia Tengah. "Normalnya bisa membeli sekitar US$ 40 atau US$ 50 (Rp 583.000 atau Rp 728.000), tapi tidak, tahun ini saya bayar lebih dari US$ 80 (Rp 1,1 juta)," katanya.
TJ Leonard dari Tom Leonard's mengatakan bahkan sudah memesan pohon cemara untuk Natal tahun depan. "Banyak orang sangat bersemangat dengan Fraser Fir (salah satu varietas pohon cemara) sehingga membuatnya ditebang berlebihan," katanya.
"Satu Fraser Fir tumbuh satu kaki tiap tahun, jadi butuh delapan tahun untuk menumbuhkan pohon Natal setinggi delapan kaki (sekitar 2 meter)," tambah Leonard.
Dia mengatakan, resesi ekonomi tahun 2008 juga membuat banyak petani pohon terpaksa gulung tikar. "Kami tidak mengharapkan semacam dampak tidak terduga dari kekurangan orang lain. Kami, masuknya orang lain dari banyak pohon Natal lainnya datang ke sini untuk membeli pohon Natal mereka," katanya.
John Hamil di Roanoke, Virginia, yang memiliki perkebunan keluarga seluas sembilan hektar sejak 1970, mengatakan bisnis pohon Natal mengalami fluktuasi, tapi masalah kekurangan pohon Natal disebabkan peristiwa tahun 2008. "Satu pohon cemara butuh 10 tahun hingga 12 tahun untuk tumbuh," kata Hamil.
Itu merupakan waktu yang panjang sehingga tidak heran jika terjadi kekurangan pohon cemara saat ini. Menurut Hamil, lamanya proses pertumbuhan pohon cemara telah menjadi isu konstan dalam bisnis pohon Natal. Jika petani sedang mengalami musim yang baik, maka mereka akan menanam lebih banyak sehingga ada kelebihan pohon sampai 10 tahun hingga 12 tahun ke depan.
Pohon Natal Dibekukan
Di Kota Novato, California, para penjual juga melaporkan kekurangan pohon Natal dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. "Banyak pohon dikirimkan ke Singapura dan Tiongkok yang mana tidak pernah kita dengar sebelumnya," kata Deann DaSilva dari The Cousins Trees di pusat kota Novato.
"Banyak pohon dibekukan dan dikirimkan ke Asia karena pohon cemara Noble Fir diminati oleh dunia," tambahnya.
Para penjual besar untuk menumbuhkan pohon tidak begitu terpengaruh, tapi penjual kecil yang bergantung kepada pengiriman dari Pasifik Barat Laut melihat lebih sedikit dan lebih kecil.
"Saya lihat pohon-pohon itu tidak sebesar (biasanya) dan saya kira karena kita telah melalui kekeringan," kata Brett Couacaud.
Pohon cemara berukuran di bawah 6 kaki (1,8 meter) lebih banyak, sedangkan pohon cemara berukuran 7-10 kaki (2,1-3 meter) lebih sulit ditemukan. Selama masa resesi satu dekade lalu, para petani menebangnya dan sekarang saat pohon-pohon itu sudah matang hanya tersisa sedikit saja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




