Kontribusi Industri RI ke PDB di Atas Rata-rata Dunia
Rabu, 2 Januari 2019 | 13:33 WIB
JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini, terjadi norma baru dalam kontribusi industri terhadap produk domestik bruto (PDB) di suatu negara. Di tingkat dunia, sudah tidak ada lagi sumbangan sektor manufaktur kepada ekonomi Negara yang mencapai 30%.
Meski begitu, dia menerangkan, kontribusi industri Indonesia terhadap PBD masih di atas rata-rata dunia. Berdasarkan data World Bank tahun 2017, rata-rata kontribusi manufaktur terhadap PDB di negara-negara industri mencapai 17%. Namun, ada lima negara yang sektor industri manufakturnya mampu menyumbang di atas rata-rata, yakni Tiongkok (28,8%), Korea Selatan (27%), Jepang (21%), Jerman (20,6%), dan Indonesia (20,5%).
"Kalau merujuk data tersebut, saat ini tidak ada negara di dunia yang di atas 30%. Jadi, ini ada realitas baru, kita tidak bisa menyamakan konteks sekarang dengan paradigma ekonomi yang lalu," kata Menperin, belum lama ini.
Sementara itu, dia menuturkan, negara-negara dengan kontribusi industri di bawah rata-rata 17%, antara lain Meksiko, India, Italia, Spanyol, Amerika Srikat, Rusia, Brasil, Prancis, Kanada dan Inggris.
Menurut dia, kondisi industri pada 2001 dan saat ini berbeda. Pada 2001, kontribusi industri terhadap PDB hampir 30% dan Indonesia segera memasuki era lepas landas. Namun, geliat itu terhenti, seiring krisis ekonomi global. Selain itu, Indonesia menikmati booming harga komoditas. Selepas 2014, baru pemerintah merevitalisasi sektor manufaktur.
"Bahkan, sekarang pertumbuhan ekonomi global tidak lagi dua digit. Di Tiongkok saja single digit. Namun, Indonesia merupakan negara terbesar di Asean, ekonominya sudah masuk dalam klub US$ 1 triliun, atau sepertiga dari ekonomi Asean," imbuh dia.
Menperin optimistis, implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dapat merevitalisasi sektor industri manufaktur agar lebih berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Sasaran besarnya adalah menjadikan Indonesia masuk 10 besar Negara perekonomian kuat dunia pada 2030. (*)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




