Transpatriot Bertambah, Angkot Kecil Bakal Tergantikan

Rabu, 2 Januari 2019 | 14:32 WIB
MN
FB
Penulis: Mikael Niman | Editor: FMB
Armada Transpatriot, bus hibah dari Kementerian Perhubungan (Kemhub) belum beroperasi dan masih diparkir di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Rabu (2/1).
Armada Transpatriot, bus hibah dari Kementerian Perhubungan (Kemhub) belum beroperasi dan masih diparkir di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Rabu (2/1). (Suara Pembaruan/Mikael Niman)

Bekasi - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berencana menghapus angkutan kota (angkot) yang tak layak beroperasi dan menggantikannya dengan angkutan bus ukuran 3/4 yang lebih layak, seperti bus Transpatriot. Rencana ini, sudah mulai direalisasikan Pemkot Bekasi sejak mengoperasikan bus Transpatriot dan akan terus menambah rute Transpatriot.

"Jalan di Kota Bekasi masih macet dengan kehadiran angkot-angkot kecil. Ke depan, sudah pasti angkot-angkot kecil akan digantikan dengan Transpatriot," ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Rabu (2/1).

Dia mengatakan, untuk menuju ke sana perlu penambahan unit bus Transpatriot. Saat ini, ada sembilan unit bus yang telah dioperasikan oleh Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) sejak 26 November 2018. Rute yang disediakan adalah Koridor 1 yakni rute Terminal Induk Kota Bekasi-Harapan Indah Medansatria dan rute Harapan Indah-Terminal Induk Kota Bekasi.

Rute Harapan Indah-Terminal Induk Kota Bekasi yang dilalui di antaranya halte Gerbang Harapan Indah Timur, Pondok Ungu Naga, Alaxindo, Kalibaru, Stasiun Kranji, Grand Mal, Pemkot Bekasi, Bulan-bulan, Pasar Proyek, Pemda Lama Gedung Papak, Lapangan Multiguna RS Bella dan Terminal Induk Kota Bekasi. Rute ini berjarak sekitar 9,6 kilometer (km).

Lalu, Rute Terminal Induk Kota Bekasi-Harapan Indah melalui halte Stasiun Bekasi Timur, Bulak Kapal, Bekasi Trade Center (BCP), Pos Polisi Bekasi Timur, Blue Plaza, Unisma, Setia Kawan, Rawapanjang, Pekayon Revo, Tol Bekasi Barat 2, Bekasi Cyber Park (BCP), Stadion Patriot Candranhaga, Taman Kota, Perumnas 1, Pertokoan Kranji, Harapan Baru, Alexindo, Pondok Ungu Vespa, Gerbang Harapan Indah Barat, Giant Harapan Indah dan berakhir Terminal Harapan Indah, dengan jarak sejauh 14,7 km.

"Belum lama ini, kita mendapat hibah bus baru dari Kemhub. Ini akan menambah bus kita yang sudah ada," tuturnya.

Penyerahan bus hibah tersebut diterima langsung oleh Rahmat Effendi di Gedung Sate, Bandung, yang diserahkan oleh Gubenrur Jawa Barat Ridwan Kamil. Bus yang diterima di antaranya satu bus sekolah dan 20 bus rapid transit (BRT) yang akan digunakan untuk menambah armada bus Transpatriot.

"Bus ini digunakan untuk angkutan penumpang sebagai feeder (pengumpan) bus Tranjakarta. Saat ini, sudah ada 29 unit bus dan tahun depan mudah-mudahan kita tambah lagi 10 unit bus," ungkapnya.

Sebanyak 20 bus ini akan diserahkan kepada PDMP, badan usaha milik Pemkot Bekasi selaku operator bus Transpatriot.

"Badan usahanya sudah ada (PDMP), lalu bus ini kita serahkan ke PDMP sebagai modal, bukan hibah. Kita akan serahkan penyertaan modalnya (bus ini) ke PDMP untuk menambah aset dan pastinya akan menambah rute bus," ungkapnya.

Menurutnya, jumlah penumpang bus Transpatriot yang belum mencapai target dikarenakan pengoperasian bus ini masih baru, dan jumlah rute yang masih terbatas. Ke depan, dengan adanya penambahan rute baru, diharapkan Transpatriot menjadi pilihan warga Kota Bekasi.

Selain itu, kata dia, para pengusaha angkutan darat atau pemilik angkot kecil sudah mulai ambil ancang-ancang untuk mengubah angkotnya dengan bus ukuran 3/4 seperti bus Transpatriot ini. "Mereka harus bisa menggabungkan diri, misalkan tiga mobil (angkot) jadi satu bus 3/4. Dengan begitu, angkot-angkot yang beroperasi akan semakin berkurang. Mau enggak mau, mereka harus (mengubah angkotnya menjadi bus 3/4)," ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, menata sebuah kota tidak semudah membalikan telapak tangan, terlebih lagi menata sarana transportasi. "Menata sebuah kota itu tidak mudah, makanya dari sekarang sudah kita persiapkan dari sekarang," tuturnya.

Hingga kini, pencapaian target penumpang bus Transpatriot tak kunjung terpenuhi. Menurut Direktur Utama PDMP, Tb Hendra Suhendra, banyak faktor yang menyebabkan bus Transpatriot belum diminati warga Kota Bekasi. Salah satunya, bus 3/4 ini baru menyediakan dua rute perjalanan yakni Perumahan Harapan Indah - Terminal Induk Kota Bekasi dan rute Terminal Induk Kota Bekasi - Perumahan Harapan Indah. "Salah satunya, perlu penambahan halte baru untuk menarik minat penumpang," ujarnya.

Selain halte, kata dia, penambahan rute baru juga diperlukan agar menarik minat warga menggunakan bus ini.

Pemkot Bekasi menegaskan, PDMP dalam mengoperasikan bus Transpatriot tidak semata-mata mengejar keuntungan bisnis saja. Pemkot masih memberikan subsidi terhadap biaya operasional bus.

"Kalaupun ingin mengejar profit, bukan profit bisnis tapi lebih kepada profit sosial, yang mengutamakan kepuasan masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi, Hotman Pane, belum banyak berkomentar terkair wacana ini. Organda belum mendengar rencana seperti itu.

"Organda belum mengetahui atau mendengar wacana tersebut. Sistem pergantian transportasi itu seperti apa? Mekanismenya seperti apa?," ujar Hotman.

Dia menambahkan, diperlukan kajian khusus untuk mewujudkan itu semua tanpa merugikan pihak lain. [160]



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon