Pemkot Bekasi Ajak Sopir Angkot Jadi Pengemudi Transpatriot
Senin, 7 Januari 2019 | 12:47 WIB
Bekasi- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berencana merekrut para sopir angkutan kota (angkot) menjadi sopir bus Transpatriot, yang dioperasikan oleh Perusahaan Daerah Mitra
Patriot (PDMP).
Nantinya, para sopir angkot ini akan bergabung mengoperasikan bus Transpatriot secara bergantian. "Para sopir angkot akan diajak bergabung, misalkan dua tiga angkot akan bergabung menjadi satu bus Transpatriot," ujar Sekretaris Dinas perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Dedet Kusmayadi, Senin (7/1).
Dia mengatakan hal tersebut untuk mengantisipasi kehilangan mata pencarian para sopir angkot yang semakin tergerus dengan beroperasinya bus Transpatriot secara masif di Kota Bekasi.
Saat ini, sudah beroperasi sembilan armada bus Transpatriot dengan rute Terminal Induk Kota Bekasi-Harapan Indah dan rute Harapan Indah-Terminal Induk Kota Bekasi. Sebentar lagi, sebanyak 20 bus Transpatriot bakal beroperasi. Armada baru ini merupakan bus hibah dari Kementerian Perhubungan kepada Pemkot Bekasi. Lalu, Pemkot Bekasi memberikan kepada PDMP dan menjadikan sebagai modal usaha.
"Dua-tiga angkot akan bermitra dengan Pemerintah Kota Bekasi, agar dapat memiliki satu bus Transpatriot, bergabung dengan PDMP sebagai kru yang dilibatkan, bisa sebagai sopir atau kenek atau apa saja, nanti akan kita libatkan," ungkapnya.
Dengan begitu, kata Dedet, para sopir angkot diharapkan tidak kehilangan mata pencarian dan mereka nantinya akan menerima gaji, tidak lagi berdasarkan jumlah penumpang yang diangkut.
"Ini kan, berarti kesejahteraan mereka semakin meningkat. Kita hitung, kalau ada tiga angkot berarti ada enam orang (sopir). Nanti yang akan menjadi sopir bus Transpatriot akan bergantian dari keenam orang tersebut," imbuhnya.
Saat ini, ada sembilan unit bus yang telah dioperasikan oleh PDMP sejak 26 November 2018 lalu. Rute yang disediakan antara lain rute Terminal Induk Kota Bekasi-Harapan Indah Medansatria dan rute Harapan Indah-Terminal Induk Kota Bekasi. Rute Harapan Indah-Terminal Induk Kota Bekasi. Lalu, Rute Terminal Induk Kota Bekasi-Harapan Indah. Sebanyak 20 armada baru sedang dalam pembahasan rencana pembukaan trayek baru.
"Rute baru sedang dalam pembahasan dengan PDMP, ada beberapa rute yang direncanakan di antaranya dari Pondokgede. Kita tetap ingin Transpatriot sebagai feeder (pengumpan) bus Transjakarta atau transportasi massal lainnya. Dari awal, kita ingin menjadikan Transpatriot sebagai feeder," ungkapnya.
Trayek
Dia menambahkan, jumlah angkot yang terdata sekitar 3.000 armada yang melayani sebanyak 37 trayek di Kota Bekasi. Data ini, berdasarkan dari jumlah perizinan yang ada di Dishub Kota Bekasi pada 2017 lalu. Dari jumlah tersebut yang beroperasi sekitar 1.500 hingga 2.000 armada per harinya. Kehadiran ribuan angkot ini menambah kemacetan di jalan raya. Pemkot Bekasi berupaya untuk menghilangkan titik kemacetan dengan mengubah angkot menjadi transportasi massal.
"Kita ingin memberikan kenyamanan, keamanan dan kepastian kepada penumpang bus Transpatriot dan menciptakan angkutan massal sehingga berkurang kemacetan dan tetap menjadi feeder bus Transpatriot," tuturnya.
Kini, tarif bus Transpatriot telah ditetapkan sebesar Rp 4.000 per penumpang. Biaya operasional bus itu sekitar Rp 7.000 per perjalanan. Dengan begitu, Pemkot Bekasi memberikan subsidi sebesar Rp 3.000 terhadap satu penumpang.
Menurutnya, dengan tarif sebesar itu dapat mendidik masyarakat untuk tidak semata-mata bergantung kepada pemerintah daerah. "Tarif yang wajar, kita ingin memberikan pelajaran kepada masyarakat, agar tidak melulu memberikan subsidi kepada masyarakat, tetapi ada juga kontribusi masyarakat dengan penerapan tarif tersebut," katanya.
Humas PDMP Iqbal Daut mengatakan, para sopir angkot yang berpotensi kehilangan mata pencarian ini akan direkrut menjadi sopir bus Transpatriot. Tentunya, mereka akan menjalani serangkaian tes dan kualifikasi tertentu. "Mereka akan diberdayakan untuk menjadi sopir Transpatriot dengan gaji sesuai UMK," kata Iqbal.
Saat ini, upah minimum kota (UMK) Kota Bekasi mencapai Rp 4,2 juta per bulan. Para sopir angkot yang direkrut menjadi sopir bus Transpatriot bakal digaji sebesar itu. "Namun, kita kan pertimbangkan, apakah kemampuan keuangan kita mampu membayar sesuai UMK atau tidak, sedang kita kaji lebih lanjut," bebernya.
Selain itu, ada beberapa instansi yang bakal diajak untuk menyeleksi para sopir angkot ini untuk menjadi sopir bus BUMD Kota Bekasi, di antaranya kepolisian, Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB), Organda, Dishub Kota Bekasi serta pemilik angkot.
Upaya penyeleksian ketat para sopir angkot ini bertujuan untuk menekan hal-hal yang diinginkan.
"Ini kan transportasi pemerintah daerah, kita akan menyeleksi para sopir secara ketat untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Antara lain, bebas narkoba, tidak pernah mengalami peristiwa kecelakaan lalu lintas saat menjadi sopir angkot, umur dicari yang matang antara 30-60 tahun dan sebagainya," ujar Iqbal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




