Menteri Susi Minta Perburuan Penyu di Derawan Dihentikan

Senin, 7 Januari 2019 | 17:53 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Ilustrasi penyu.
Ilustrasi penyu. (profauna)

Jakarta - Perburuan penyu di Pulau Derawan, Kalimantan Timur sudah sedemikian mengkhawatirkan. Hewan bernama latin Eretmochelys Imricata atau penyu sisik sudah termasuk dalam daftar merah karena terancam kepunahan.

Sayangnya kendati sudah terancam punah, perburuan terhadap penyu sisik tetap dilakukan. Perburuan ini bahkan sudah terjadi sejak puluhan tahun yang silam. Penyu diburu tidak hanya karena telurnya saja, tetapi karapas yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Perburuan terhadap penyu sisik tersebut membuat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merasa khawatir. Melalui cuitan di akun Twitter @susipudjiastuti, seperti dikutip, Senin (7/1), beliau meminta pihak pemerintah Kabupaten Berau serta aparat untuk segera bergerak menghentikan pembantaian terhadap penyu-penyu tersebut.

"Djual di pulau Derawan. Saya pikir orang2 pulau derawan tidak mengijinkan hal ini terjadi. Ayo pemda & aparat hentikan hal ini segera," cuit Menteri Susi.

"Ibu memutuskan bahwa penyu dan telur penyu tidak boleh di bunuh dan telurnya tidak boleh dimakan. Ibu memutuskan bahwa penyu dan telur penyu tidak boleh di bunuh dan telurnya tidak boleh dimakan," lanjut Susi melalui pesan kepada redaksi Beritasatu.com.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon