Prabowo Kembali Sindir Utang Indonesia
Senin, 14 Januari 2019 | 20:56 WIB
Jakarta - Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto kembali mengkritik upaya pemerintah yang terus-menerus berutang kepada negara lain. Prabowo pun menganalogikan bahwa cara berutang Pemerintah Indonesia berbeda dengan cara berutang negara lain yang justru mendapatkan keuntungan.
"Banyak negara meminjam uang untuk berutang, tetapi mereka berutang untuk produksi. Kalau 1 dolar di Republik Rakyat Tiongkok setelah 10 tahun mereka pinjam menjadi 14 dolar. Di Vietnam, 1 dolar dipinjam selama 10 tahun menjadi 14 dolar. Di Indonesia, 1 dolar setelah 10 tahun jadi 3 sampai 4 dolar," kata Prabowo dalam Pidato Kebangsaan "Indonesia Menang" di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/1).
Menurut Prabowo, utang yang dilakukan pemerintah Indonesia saat ini dilakukan tidak untuk hal-hal yang produktif. Di antaranya untuk membayar gaji pegawai negeri.
"Saudara-saudara sekalian, apakah ini negara yang kita inginkan? Negara yang utang untuk bayar gaji pegawai negerinya? Negara yang membiarkan masyarakatnya hidup dalam kemiskinan," ungkap Prabowo.
Menurut Prabowo, carut-marut pengelolaan ekonomi Indonesia juga tampak dari pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Prabowo menyebutkan, BUMN seperti Pertamina, PLN, Krakatau Steel, dan lain sebagainya nyaris mengalami kebangkrutan.
"Pertamina sekarang dalam keadaan yang kalau bisa dibilang dia bangkrut. Pertamina perusahaan yang menopang pembangunan Indonesia selama dasawarsa yang lalu kita semua panutan negara-negara berkembang, mereka belajar dari kita. Namun sekarang juga dalam keadaan sulit," ungkap Prabowo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




