Ditanyai Jokowi soal Caleg Mantan Napi Korupsi, Prabowo Dipijati Sandi

Kamis, 17 Januari 2019 | 22:32 WIB
MS
JS
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: JAS
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dipijat pasangan cawapresnya Sandiaga Uno saat jeda Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, 17 Januari 2019.
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dipijat pasangan cawapresnya Sandiaga Uno saat jeda Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, 17 Januari 2019. (Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta - Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), mencecar capres Prabowo Subianto soal keberadaan caleg mantan napi korupsi yang pengajuannya ke KPU diteken olehnya. Prabowo sampai dipijati oleh cawapresnya, Sandiaga Uno, ketika menjawab masalah itu.

"Menurut ICW, parpol yang bapak pimpin banyak mencalonkan mantan napi korupsi. Pak Prabowo yang teken itu pengajuan caleg," kata Jokowi dalam debat pilpres, Senin (17/1).

"Itu mungkin ICW. Tapi saya sendiri belum dapat laporan itu," kata Prabowo pada awal menjawab pertanyaan dari Jokowi.

Lalu dia menegaskan tak setuju bila memang ada hal demikian. Dirinya sendiri tak setuju caleg mantan napi korupsi, dan dia sudah menyeleksinya.

"Kalau ada bukti, silakan laporkan kepada kami," kata Prabowo.

Selanjutnya, Prabowo mengatakan bahwa sebaiknya tidak ada saling menuduh soal pelaku korupsi di antara partai politik. Ditegaskannya, kalau ada anggota Gerindra korupsi, dirinya sendiri yang akan memasukkan ke penjara.

Jokowi lalu memberi tanggapan, sambil sebelumnya memohon maaf. Bahwa dirinya menyebut mantan napi korupsi sebagai caleg.

"IC jelas sekali menyatakan itu. Ada enam. Dan yang teken pencalegan itu ketum dan sekjen," kata Jokowi.

Prabowo lalu nyeletuk. "Boleh saya kasih tanggapan? Tidak boleh itu," kata Prabowo.

Di saat itulah Sandiaga berpindah dari samping Prabowo ke belakangnya. Lalu dia memberi pijatan pada pundak Prabowo.

Jokowi melanjutkan. "Jadi saya tidak menuduh partai bapak korupsi. Bukan. Ini mantan napi korupsi," kata Jokowi.

Prabowo lalu menjawab bahwa Indonesia hidup dalam demokrasi. "Kalau rakyat tak memilih, ya takkan dipilih," kata Prabowo.

"Kalau merugikan rakyat sampai triliunan, itu yang saya kira harus dihabiskan di negeri ini," tambahnya



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon