SAP Hadirkan Solusi Blockchain untuk Singkirkan Obat Palsu
Jumat, 18 Januari 2019 | 11:46 WIB
Jakarta - SAP, penyedia solusi perangkat lunak untuk enterprise mengumumkan ketersediaan SAP Information Collaboration Hub for Life Science, sebuah hub teknologi blockchain untuk membantu menyingkirkan produk-produk palsu dalam rantai pasokan industri farmasi. Perangkat lunak (software) berbasis teknologi blockchain ini, telah diimplementasikan untuk rantai pasokan industri farmasi di Amerika Serikat (AS).
Hub tersebut didesain untuk mengotentikasikan kemasan farmasi yang dikembalikan dari rumah sakit dan apotek ke grosir sebelum produk dijual kembali. Pasalnya, para pedagang grosir di Amerika Serikat mengalami hampir 60 juta pengembalian setiap tahunnya, yang diperkirakan mencapai nilai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 99,350 triliun.
Senior Director, Global Secure Supply Chain, AmerisourceBergen Corporation Jeffery Denton mengatakan, solusi berbasis blockchain membantu pelanggan mematuhi Undang-undang Keamanan Rantai Pasokan Obat di AS, yang mensyaratkan per November 2019, grosir melakukan verifikasi resep obat yang dikembalikan dan ditujukan untuk dijual kembali. Mandat ini dimaksudkan untuk melindungi konsumen dari obat palsu, terkontaminasi dan dicuri.
"Blockchain mendorong generasi baru dari aplikasi-aplikasi enterprise yang mampu meningkatkan kooperasi pada distribusi grosir secara drastis. Solusi berbasis blockchain dari SAP ini menyediakan kesempatan terbaik untuk sepenuhnya memenuhi kebutuhan kami untuk dapat dioperasikan dengan para mitra dagang dan solusi mereka selagi tetap mematuhi DSCSA Amerika Serikat," kata Jeffery melalui siaran pers, Jumat, (18/1).
Menurut Jeffery, software baru ini memungkinkan pelanggan untuk melakukan verifikasi kode produk, Internet-of-Things (Iot), tanggal kedaluwarsa, dan nomor seri unik yang tertanam dalam barcode terhadap data pabrikan yang disimpan dalam blockchain.
"Perangkat lunak ini dikembangkan dengan inovasi bersama AmerisourceBergen, Boehringer Ingelheim AG & Co. KG, GlaxoSmithKline plc dan Merck Sharp & Dohme," tandasnya.
Sementara, Oliver Nuernberg, Chief Product Owner, SAP for Life Sciences Solution Portfolio, SAP SE menuturkan, teknologi blockchain ini mendukung kebutuhan industri akan ledger (buku besar) bersama yang tidak dapat diubah, guna menghindari banyak integrasi rumit.
"Dengan produk ini, kami menawarkan solusi yang terukur dan aman untuk produsen farmasi dan grosir AS untuk mematuhi persyaratan peraturan yang akan datang untuk verifikasi," ungkap Oliver.
Dijelaskan, SAP terus mendukung perusahaan di berbagai industri dalam mengeksplorasi manfaat dari teknologi ledger yang di distribusikan. Pada musim gugur 2018, dua konsorsium industri baru dalam program SAP Blockchain Consortium diumumkan.
Penambahan konsorsium baru ini berfungsi sebagai bukti upaya berkelanjutan SAP untuk menyediakan platform, kerangka kerja dan organisasi yang tepat bagi pelanggan yang mengeksplorasi adopsi dan integrasi teknologi blockchain untuk aplikasi perusahaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




