Link Net Optimistis Pasar Pay TV dan Fixed Broadband Terus Tumbuh
Jumat, 18 Januari 2019 | 15:14 WIB
Jakarta - PT Link Net Tbk (LINK) dengan merek First Media, pemimpin di industri penyedia Pay TV dan Fixed Broadband Cable Internet optimistis pasar Pay TV dan Fixed Broadband Cable Internet akan terus bertumbuh pesat pada 2019. Mengingat, masih rendahnya penetrasi market di Indonesia saat ini. Untuk menangkap peluang tersebut, First Media menyiapkan strategi khusus dengan melakukan ekspansi jaringan ke kota-kota di Indonesia serta menghadirkan berbagai inovasi dan peningkatan kualitas layanannya.
Deputy Chief Marketing Officer (CMO) PT Link Net Tbk, Santiwati Basuki, mengatakan, pihaknya optimistis industri Pay TV dan Fixed Broadband Cable Internet di Indonesia menunjukan tren yang positif dan akan terus bertumbuh di tahun ini dan tahun-tahun mendatang.
"Di tahun 2019, kami akan secara agresif melakukan ekspansi jaringan ke berbagai kota di pulau Jawa, meluncurkan loyalty program sebagai apresiasi kepada pelanggan, dan melakukan berbagai event roadshow untuk dapat lebih dekat lagi dengan pelanggan," kata Santiwati melalui siaran pers yang diterima Redaksi, Jumat, (18/1).
Santiwati mengatakan, strategi tersebut dilakukan untuk semakin meningkatkan kepuasan pelanggan First Media dalam menikmati konten hiburan berkualitas dan akses internet berkecepatan tinggi. Pasalnya, layanan First Media yang dioperasikan oleh PT Link Net (LINK) ini, tidak berhubungan dengan penghentian layanan internet nirkabel BOLT 4G LTE yang dioperasikan oleh PT First Media Tbk (KBLV), keduanya merupakan entitas yang berbeda.
"Pelanggan First Media dipastikan terus dapat menikmati layanan Pay TV dan Fixed Broadband Cable Internet bersama keluarga di rumah," ujarnya.
Menurut data Media Partner Asia (MPA) Research yang dirilis bulan November 2018, perkembangan Pay TV dan Fixed Broadband Internet di Indonesia akan terus meningkat, dimana pada tahun 2023 penetrasi Fixed Broadband Internet diprediksi akan mencapai 16 persen dengan jumlah pelanggan menjadi 11,3 juta dan untuk penetrasi Pay TV diprediksi akan mencapai 14 persen dengan jumlah pelanggan menjadi 6,8 juta.
Dengan terus mengamati kebutuhan pasar yang ada, kolaborasi strategis dengan partner-partner terkemuka terus dilakukan, diantaranya adalah berkolaborasi dengan partner OTT seperti HOOQ, Catchplay, dan HBO GO, dan juga dengan Game Publisher, seperti Megaxus dan Garena.
"First Media terus konsisten dalam memberikan value-added bagi pelanggannya, dimana hal ini sejalan dengan misi First Media yang adalah Transforming Lives dengan menyediakan layanan dan solusi yang inovatif dan berkualitas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia," pungkas Santiwati.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




