BNPB: Kebencanaan Perlu Dimasukkan dalam Kurikulum Pendidikan
Jumat, 18 Januari 2019 | 18:09 WIB
Kota Palu - Kebencanaan perlu dibuat sebagai ilmu pengetahuan dan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat mengunjungi Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (18/1).
Tujuannya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) tentang kebencanaan, sekaligus meminimalisir dampak bencana. Hal itu terkait dengan bencana tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah beberap waktu lalu.
"Apa yang ditekankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar bisa memasukkan pelajaran tentang kebencanaan ke dalam kurikulum, perlu ditindak lanjuti," kata Doni di Palu, Jumat (18/1).
Hal itu sudah disampaikan Doni kepada pemerintah Sulawesi Tengah saat kunjungannya ke Palu.
Selain memberikan pelajaran kebencanaan, Doni juga meminta para kepala daerah di Sulawesi Tengah terutama Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala mengadakan simulasi tanggap bencana yang diikuti seluruh warga, khususnya yang berada di zona merah gempa bumi, tsunami dan likuifaksi.
Pengetahuan tentang Zona Rawan Bencana (ZRB) diperlukan agar warga yang berada di zona merah mengetahui bantuan antisipatif yang perlu dilakukan berdasarkan zona kawasan permukimannya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




