Pengamat Ungkap Kelemahan Paslon di Debat Pertama

Jumat, 18 Januari 2019 | 18:22 WIB
AH
B
Penulis: Aichi Halik | Editor: B1
Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin dalam Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 November 2019.
Capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin dalam Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 November 2019. (SP/Joanito De Saojoao./SP/Joanito De Saojoao.)

Jakarta - Debat perdana pilpres 2019 pada Kamis (17/1) malam menuai sejumlah kritikan dan masukan dari masyarakat.

Pengamat Politik Gun Gun Heryanto mengungkapkan, dirinya memiliki beberapa catatan mengenai debat pertama yang harus diperbaiki pada debat kedua mendatang.

"Yang pertama mengenai manajemen forum yang terhubung dengan timing dan berbagi peran karena dalam konteks komunikasi politik, debat itu komunikasi persuasif dan kesan manajemen tersebut penting diperhatikan paslon," kata Gun-Gun di Jakarta, Jumat (18/1).

Gun Gun menjelaskan beberapa kelemahan yang ada di kedua kubu paslon tersebut, seperti di kubu Jokowi peran KH Ma'ruf Amin kurang optimal saat melakukan debat pertama pilpres 2019.

"Contoh di pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, peran kurang optimal berada di KH Maruf Amin. Terlihat di beberapa segmen Kyai Ma'ruf hanya berbicara di sisa waktu," katanya.

Sementara itu, di kubu Prabowo-Sandiaga, Gun Gun menilai banyak data yang disampaikan Prabowo tidak akurat, serta artikulasi yang kurang terorganisasi secara baik.

"Saya melihat pak Prabowo banyak menyampaikan data yang kurang akurat, serta banyak artikulasi yang kurang terorganisasi dengan baik oleh Pak Prabowo," ucapnya.

"Contohnya Pak Prabowo beberapa kali ajukan pertanyaan padahal belum waktunya dan kadang overtime saat menjelaskan pernyataan," jelas Gun-Gun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon