Ratusan Pohon di Kota Bogor Rawan Tumbang

Sabtu, 19 Januari 2019 | 18:05 WIB
VS
FH
Penulis: Vento Saudale | Editor: FER
Petugas Disperumkim Pemkot Bogor melakukan mengukuran umur dan kesehatan pohon di sepanjang Jalan Ir H Djuanda, Kota Bogor.
Petugas Disperumkim Pemkot Bogor melakukan mengukuran umur dan kesehatan pohon di sepanjang Jalan Ir H Djuanda, Kota Bogor. (Beritasatu Photo)

Bogor - Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Agus Gunawan, mengatakan, pihaknya mencatat dari 516 pohon yang sudah teridentifikasi kesehatannya, ada 112 pohon yang dinyatakan rawan roboh atau ber-KTP (Kartu Tanda Pohon) merah.

Untuk itu, kata Agus, Disperumkim terus berupaya melakukan pencegahan dini terhadap pohon-pohon yang teridentifikasi 'sakit' yang tersebar di sejumlah titik jalan protokol di Kota Bogor.

"Untuk pohon-pohon yang memang sudah rawan roboh karena tingkat keroposnya diatas 50 persen, kita lakukan penebangan agar tidak membahayakan pengguna jalan," papar Agus, Sabtu (19/1).

Agus menambahkan, melalui program KTP pohon yang dilakukan Pemkot Bogor bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitabng) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), setiap pohon di Kota Bogor bisa diidentifikasi kesehatannya dengan melihat tingkat kekeroposan.

Pohon dengan KTP berwarna hijau menandakan pohon sehat atau tingkat keroposnya dari 0 sampai 30 persen. Pohon dengan KTP berwarna kuning menandakan pohon kurang sehat karena tingkat keroposnya sudah diatas 30 persen sampai 50 persen. Sementara untuk pohon ber-KTP Merah menandakan tingkat keropos pohon mencapai diatas 50 persen dan rawan tumbang.

"Pohon yang ber-KTP Kuning kami lakukan penebangan dahannya untuk mengurangi beban pohon akibat adanya kekeroposan. Kalau yang di atas 50 persen lebih langsung kami tebang," jelasnya.

Langkah penebangan pohon ini, lanjut Agus, sebenarnya bentuk pencegahan dini. Tetapi pihaknya pun tetap tidak bisa memprediksi pohon-pohon yang sehat tidak akan tumbang kalau terjadi bencana alam atau ulah manusia yang kerap membuang sampah cairan ke akar pohon dan membuat akar menjadi busuk. Pasalnya pernah terjadi pohon yang dahannya patah meski tidak terkena hujan atau angin kencang. Hal itu ternyata dikarenakan dahan kering akibat cuaca panas.

"Kami juga melihat umur ekonomis dari pohon, rata-rata umur pohon itu 80 tahun kalau sudah lewat dari 80 tahun pohon jadi lemah dan antisipasinya pohon akan kami tebang," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon