Sekjen PSSI Siap Bantu Satgas Bongkar Pengaturan Skor

Kamis, 24 Januari 2019 | 15:14 WIB
BM
WP
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: WBP
Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria
Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria (Beritasatu TV)

Jakarta- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), siap membantu Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola membongkar praktik pengaturan skor atau match fixing. Federasi sepak bola Tanah Air itu, berkomitmen akan memerangi match fixing baik dari sisi hukum pidana maupun hukum organisasi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Thisa Destria ketika mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono menjalani pemeriksaan sebagai saksi, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, hari ini.

"PSSI pada prinsipnya solid, satu kesatuan bahwa setelah kongres harus melakukan banyak perbaikan termasuk rencana MoU (memorandum of understading) dengan kepolisian mengenai elemen pidana match fixing juga elemen keamanan sepak bola, area pembinaan fans, dan lain-lain," ujar Ratu Tisha, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/1).

Dikatakan, PSSI menghormati proses hukum, dan siap membantu polisi dalam mengungkap kasus dugaan pengaturan skor. "Kami siap bantu hal-hal yang dapat meringankan tugas kepolisian menangani elemen-elemen pidana yang ditemukan atas dugaan match fixing," kata dia.

Di lain pihak, kata dia, Komite Disiplin PSSI bersama Komite Ad Hoc Integrity PSSI bersama AFC memproses semua laporan dan bukti yang ada untuk penelusuran kasus match fixing.

Ia mengatakan, kasus ini berjalan dalam dua sisi. Satu sisi elemen pidana match fixing dilakukan polisi, sisi lainnya elemen hukum keolahragaan. "Perlu dibedakan ada dua sisi yang berjalan, kami senang akan hal ini. Sisi kanan elemen pidana match fixing yang dilakukan kepolisian dan PSSI tak bisa jangkau itu, sisi lainnya elemen hukum keolahragaan yaitu, identifikasi match fixing dimana dimotori Ad Hoc Integrity dan seluruh hasil investigasi akan diberikan ke Komisi Disiplin untuk ditindaklanjuti," katanya.

Menyoal apakah PSSI berkoordinasi dengan FIFA terkait kisruh match fixing di Indonesia, Ratu Tisha menuturkan, PSSI sudah melakukan komunikasi. "Pasti. Sejak awal yaitu, sejak 2017 saya jadi Sekjen, pertama adalah memerangi match fixing dan FIFA sudah dilaporkan hal itu," kata dia.

Oleh karena itu, PSSI pada November 2018 dianugerahi sebagai satu dari dua federasi terbaik sebagai percontohan di bidang pengembangan sepak bola. "Ini tak lepas dari program yang kita susun tahun 2017, komitmen kita memerangi match fixing. Bisa dicek di website FIFA, dan kami diundang di Doha, spesial November 2018 kemarin," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon