JK: Dibutuhkan Rp 600 Triliun untuk Integrasi Transportasi Jabodetabek

Senin, 28 Januari 2019 | 14:55 WIB
RW
FB
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FMB
Foto udara pemasangan
Foto udara pemasangan "u-shaped girder" pada proyek pembangunan kereta api ringan (LRT) Jabodebek rute Cawang-Cibubur di simpang susun Pasar Rebo, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. (Antara)

Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengemukakan dibutuhkan dana Rp 600 triliun untuk proyek pengintegrasian transportasi di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang (Jabodetabek). Dana itu bisa dari APBN, APBD atau dalam bentuk investasi swasta.

"Itu anggaran keseluruhan untuk 10 tahun," kata JK usai memimpin rapat terbatas (Ratas) mengenai pengintegrasian transportasi Jabodetabek di kantor Wapres, Jakarta, Senin (28/1).

Ia menjelaskan proses pengintegrasian harus rampung dalam 10 tahun. Targetnya berbagai transportasi yang ada seperti Kereta Api, Commuter Line, MRT, Bus Way, LRT dan berbagai jenis transportasi lainnya bisa sudah terkoneksi.

"Dalam jangka pendek mengintegrasikan moda angkutan yang ada," tutur JK.

Menurutnya, langkah awal dalam proses tersebut adalah penyelesaian Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tiap masing-masing wilayah. Setelah itu baru disinkronkan dengan RTRW dengan wilayah-wilayah lainnya agar sinkron.

Dia meminta penyusunan RTRW harus segera. Hal itu agar tahap lanjutan dari proses integrasi bisa berjalan.

"Seminggu lapor saya. Sebulan lapor lagi. Lihat prinsip pokoknya dulu, di mana nyambungnya itu. Khususnya DKI sebenarnya karena DKI yang paling besar," tutup JK. 

Lihat video:



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon