JK: Dibutuhkan Rp 600 Triliun untuk Integrasi Transportasi Jabodetabek
Senin, 28 Januari 2019 | 14:55 WIB
Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengemukakan dibutuhkan dana Rp 600 triliun untuk proyek pengintegrasian transportasi di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang (Jabodetabek). Dana itu bisa dari APBN, APBD atau dalam bentuk investasi swasta.
"Itu anggaran keseluruhan untuk 10 tahun," kata JK usai memimpin rapat terbatas (Ratas) mengenai pengintegrasian transportasi Jabodetabek di kantor Wapres, Jakarta, Senin (28/1).
Ia menjelaskan proses pengintegrasian harus rampung dalam 10 tahun. Targetnya berbagai transportasi yang ada seperti Kereta Api, Commuter Line, MRT, Bus Way, LRT dan berbagai jenis transportasi lainnya bisa sudah terkoneksi.
"Dalam jangka pendek mengintegrasikan moda angkutan yang ada," tutur JK.
Menurutnya, langkah awal dalam proses tersebut adalah penyelesaian Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tiap masing-masing wilayah. Setelah itu baru disinkronkan dengan RTRW dengan wilayah-wilayah lainnya agar sinkron.
Dia meminta penyusunan RTRW harus segera. Hal itu agar tahap lanjutan dari proses integrasi bisa berjalan.
"Seminggu lapor saya. Sebulan lapor lagi. Lihat prinsip pokoknya dulu, di mana nyambungnya itu. Khususnya DKI sebenarnya karena DKI yang paling besar," tutup JK.
Lihat video:
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




