Tim BPN 02: Format Debat Harus Lebih Terbuka dan Dinamis

Jumat, 1 Februari 2019 | 14:52 WIB
HS
JS
Penulis: Hotman Siregar | Editor: JAS
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Anggota Tim Debat BPN Prabowo-Sandiaga Sodik Mudhajid menuturkan, debat pertama tidak menarik karena format debat, waktu, dan mereka yang terlibat, khususnya petahana monoton.

"Tentunya debat yang berkualitas harus dengan format bebas, dan waktu sangat yang sangat leluasa, serta moderator yang adil dan berwawasan serta pemainnya yang berkelas," jelas Sodik kepada Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (1/2).

Menurutnya, moderator juga menentukan, tetapi moderator debat pertama sudah terformat oleh model dan yang ditentukan KPU sehingga tidak bisa berimprovisasi. Dalam debat pertama, menurutnya pelaku debat juga, khususnya petahana sangat tidak menarik.

Petahana, menurutnya, harus kaya pengalaman dan memberikan pencerahan. Petahana, sambung dia, tampil seperti seorang penantang yang tidak percaya diri menghadapi lawan.

"Beberapa tantangan lawan debat banyak dijawab, 'Ya, laporkan saja'. Itu tentu tidak bagus," katanya.

Agar debat selanjutnya lebih menarik, saran Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu, terutama bagi mereka yang belum menentukan pilihan, maka debat, harus diberi waktu lebih leluasa. Selanjutnya format debat lebih terbuka dan lebih dinamis, kurangi pembatasan dan memberikan kesempatan kepada capres menunjukkan kelasnya.

Selain itu, moderator harus piawai dan adil. BPN sudah mengusulkan format tersebut kepada KPU.

"BPN lebih senang dengan format tersebut karena pasangan Prabowo-Sandiaga sangat menguasai materi sehingga dengan format yang lebih bebas dan lebih dinamis akan menunjukkan kelas, kapasitas, dan kualitas calon pemimpin tertinggi 260 juta rakyat Indonesia," jelasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon