Rawan Banjir Rob, Warga Muara Angke Harus Direlokasi
Jumat, 1 Februari 2019 | 19:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Teguh Hendrawan, menyebutkan, warga pesisir di Muara Angke, Jakut, harus direlokasi karena rawan banjir rob ditambah tingginya intensitas hujan. Relokasi penting dilakukan demi keselamatan warga yang setiap tahun selalu mengalami ancaman serupa.
"Yang pasti kalau saya ditanya, ya warga harus direlokasi karena yang perlu dipahami bahwa ketika rob tinggi, ketika namanya intensitas hujan tinggi itu sangat membahayakan keselamatan jiwa warga masyarakat," kata Teguh, di Jakarta, Jumat (1/2).
Teguh meyakini, proteksi sheet pile di sekitaran Muara Angke seperti di Muara Baru, Luar Batang dan Pasar Ikan sudah tidak mumpuni secara hitungan teknis akibat kerusakan.
"Saya harap warga di sana sadarlah, itu seram, loh. Laut, gelombangnya tinggi. Dan tembok-tembok yang kita bangun dijadikan (warga) dapur, pembatas kamar," ujar Teguh.
Meskipun setuju relokasi, Teguh tidak bisa memastikan apakah proses tersebut bisa berjalan. Pasalnya, tantangan menata wilayah pesisir hingga kini adalah relokasi. Terlebih, dibutuhkan kerja sama lintas sektor seperti dengan Dinas Perumahan DKI untuk menyediakan rusun dan Dinas SDA untuk menormalisasi sungai.
"Makanya akar peramasalahan dari yang namanya warga khusus di kawasan pesisir ya seperti itu. Jadi memang perlu kerja sama yang bagus artinya ya tidak hanya dibebankan kepada kami," kata Teguh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




