Soal Propaganda Rusia, Sandiaga Enggan Tanggapi
Selasa, 5 Februari 2019 | 18:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno enggan menanggapi tudingan Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa pihaknya menggunakan konsultan dan propaganda Rusia di pemilihan presiden 2019. Sandiaga mengatakan ingin lebih fokus bagaimana memperbaiki ekonomi Indonesia ke depan.
"Saya tidak ingin menambah kegaduhan ini. Bagi kami pernyataan Presiden (Jokowi) itu sudah disampaikan. Kita tidak ingin tanggapi, kita ingin fokus pada propaganda ekonomi," ujar Sandiaga di GOR Bulungan, Jakarta, Selasa (5/2).
Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres nomor urut 02, kata Sandiaga, ingin masalah ekonomi menjadi fokus utama pilpres 2019. Menurutnya, masalah ekonomi bangsa jauh lebih penting daripada menanggapi tudingan Jokowi.
"Bagaimana ekonomi kita bisa kelola dengan baik, lapangan kerja bisa tercipta, biaya hidup tetap terus stabil dan tidak membenani rakyat. Dan yang terpenting juga adalah bagaimana pemerintah hadir secara kuat dengan tegas membela rakyat, berjuang dengan rakyat," tutur mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu.
Menurut Sandiaga, isu yang dilontarkan Jokowi itu bukan isu subtansial dalam Pilpres. Ia menegaskan konsultan Prabowo-Sandiaga adalah rakyat.
"Saya mohon jangan jadi polemik apa yang disampaikan presiden itu dimaknai sebagai satu ujaran. Konsultan terbaik itu bagi kami adalah rakyat," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




