Bawaslu Bakal Panggil Jokowi Terkait Propaganda Rusia
Kamis, 7 Februari 2019 | 12:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bakal memanggil Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Amin untuk dimintai klarifikasi terkait laporan soal pernyataan "propaganda Rusia".
Jokowi dan pengurus TKN, yakni Hasto Kristiyanto, Ace Hasan Syadzily, dan Arsul Sani telah dilaporkan oleh Mohamad Taufiqurrahman dari Advokat Peduli Pemilu ke Bawaslu terkait pernyataan propaganda Rusia tersebut.
"Laporannya baru masuk kemarin, nanti saya cek, tetapi prinsipnya siapa pun yang dilaporkan, pasti kita akan mintai klarifikasi terkait objek laporannya," ujar Anggota Bawaslu, M Afifuddin kepada Beritasatu.com, Kamis (7/2).
Menurut M Afifuddin, Bawaslu akan menilai laporan tersebut, apakah termasuk pelanggaran administrasi pemilu atau pidana pemilu. Jika t pelanggaran administrasi pemilu, maka Bawaslu akan memeriksanya. Namun, kalau pelanggaran pidana pemilu, maka akan diperiksa Sentra Gakkumdu.
"Terlapor, baik Pak Jokowi maupun TKN nanti kita minta klarifikasi. Kalau Pak Jokowi tidak bisa, bisa diwakilkan. Intinya, ada surat kuasa yang jelas. Bawaslu tugasnya akan meminta klarifikasi dan keterangan dari pelapor, saksi pelapor, terlapor, dan alat bukti sebelum mengambil kesimpulan, apakah pernyataannya melanggar atau tidak," jelas M Afifuddin.
Jokowi dan Hasto dan kawan-kawan dilaporkan oleh Mohamad Taufiqurrahman dari Advokat Peduli Pemilu karena diduga melakukan pelanggaran Pemilu dengan menyebarkan isu yang tidak jelas kebenarannya atau hoaks. Mereka diduga melanggar Pasal 280 huruf c dan huruf d juncto Pasal 521 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dengan ancaman pidana maksimal dua tahun penjara dan denda maksimal 24 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




