Netizen Lebih Sering Bicarakan Jokowi-Ma’ruf daripada Prabowo-Sandi
Kamis, 7 Februari 2019 | 16:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Lembaga riste media sosial PoliticaWave mengungkapkan bahwa Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin mengungguli Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di media sosial.
Netizen di media sosial lebih banyak memperbincangkan Jokowi-Ma’ruf Amin dibandingkan Prabowo-Sandi.
Temuan ini berdasarkan hasil pantauan PoliticaWave terhadap percakapan netizen di media sosial selama periode 28 Januari - 4 Februari 2019 terkait pasangan Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga. Dari hasil pantauan, diperoleh sebanyak 1.899.881 total percakapan terkait kedua kandidat yang dilakukan oleh 267.059 akun.
"Pasangan Jokowi-Ma’ruf mengungguli Prabowo-Sandiaga pada jumlah percakapan, yakni sebesar 57,25 persen. Sementara Prabowo-Sandiaga meraih 42,75 persen percakapan. Percakapan terkait pasangan Jokowi-Ma’ruf dilakukan oleh sebanyak 61,25 persen akun, sementara Prabowo-Sandiaga diperbincangkan oleh sebanyak 38,75 persen akun," ujar Direktur Eksekutif PoliticaWawe, Yose Rizal saat konferensi pers di Tjikini Lima Restaurant & Cafe, Jalan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/2).
Pada sisi sentimen percakapan, kata Yose, pasangan Jokowi-Ma’ruf diperbincangkan secara positif oleh netizen sebesar 80 persen dan percakapan negatif sebesar 20 persen. Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga meraih jumlah percakapan positif sebesar 74 persen dan percakapan negatif sebesar 26 persen.
"Jumlah percakapan dan sentimen percakapan inilah yang mempengaruhi hasil real nantinya. Semakin banyak percakapan dan sentimen percakapan semakin positif, maka kemungkinan menangnya besar," jelas Yose.
Beberapa isu positif yang ramai diperbincangkan netizen terkait pasangan Jokowi-Ma’ruf, kata Yose, adalah kebersamaan Jokowi dengan keluarga, deklarasi dukungan dari sejumlah pihak, pertemuan dengan ulama, pembangunan desa, dan pembangunan infrastruktur.
"Sedangkan isu negatif terkait pasangan Jokowi-Ma’ruf diantaranya menyangkut pemenjaraan Ahmad Dhani, kritik pernyataan Jokowi terkait propaganda Rusia, doa KH Maimun untuk Prabowo yang disampaikan di samping Jokowi, pernyataan Menkominfo "Yang gaji kamu siapa?", dan pernyataan Wali kota Semarang terkait yang melarang warga menggunakan jalan tol jika tidak mendukung Jokowi," ungkap Yose.
Terkait pasangan Prabowo-Sandiaga, lanjut Yose, beberapa isu positif yang diperbincangkan netizen diantaranya yaitu doa KH Maimun yang menyebut nama Prabowo, kegiatan jalan sehat bersama Prabowo, kegiatan blusukan Sandiaga, deklarasi dukungan dari sejumlah pihak serta janji tidak impor menjadi perbincangan netizen di media sosial.
"Sementara isu negatifnya yaitu terkait pernyataan Prabowo yang mengkritik Kemenkeu, tudingan sandiwara korban banjir lumpur, pernyataan Rocky Gerung terkait kitab suci fiksi, leluhur Prabowo yang menangkap Pangeran Diponegoro, dan isu hoax terkait utang dari pendukungnya," pungkas Yose.
PoliticaWave melakukan pengumpulan data secara real time dari berbagai medsos yang ada di Indonesia, termasuk Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Online Forum dan News Portal. PoliticaWave sudah melakukan filter dan mengeluarkan akun Bot dari data dan analisa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




