Jokowi Dinilai Terapkan Insinuasi
Kamis, 7 Februari 2019 | 21:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Analis politik Exposit Strategic Arif Susanto mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) sedang menerapkan model sindiran insinuasi. Sindiran ini, kata Arif, berupaya menohok lawan tanpa harus menuding secara langsung. Jokowi sudah menggunakan sindiran insinuasi sejak November 2018 ketika menyebutkan praktik politik ala genderuwo dan politikus sontoloyo.
"Model insinuasi ini pula yang diterapkan Jokowi saat dia menyebut tentang narasi kecemasan Indonesia punah dan penggunaan propaganda oleh lawan. Dalam kampanye pilpres, penggunaan insinuasi dapat dikatakan lazim di berbagai negara," ujar Arif kepada Beritasatu.com, Rabu (6/2).
Dengan insinuasi, kata Arif, seorang kandidat mungkin dapat menunjukkan kelemahan lawan. Namun, menurut Arif, hal tersebut efektif hanya jika dia mampu pula menunjukkan kelebihan sendiri.
"Insinuasi politik tidak mungkin dijadikan sebagai strategi tunggal atau pun utama, dia berkontribusi memukul lawan hanya jika disampaikan secara terukur dengan menimbang momentum, faktual, dan berbobot secara politik," kata Arif.
Meskipun demikian, kata Arif, akhir-akhir ini elektabilitas para kandidat cenderung stagnan. Dengan sekitar 70 persen calon pemilih tergolong loyal, berarti kampanye belum mengubah secara signifikan preferensi para pemilih bimbang.
"Dengan kecenderungan lebih rasional, para pemilih bimbang sesungguhnya menunggu adu gagasan di antara kedua pasang kandidat," kata Arif
Lebih lanjut, Arif menganjurkan agar para kandidat perlu menjaga preferensi pemilih loyal mereka lewat sentuhan-sentuhan emosional, tetapi tidak provokatif. Kedua, kata dia, para kandidat perlu lebih intensif menjelaskan tawaran program konkret, yang menunjukkan keunggulan mereka dibandingkan lawan.
"Selain berkontribusi bagi pencerdasan politik, langkah terakhir ini berkemungkinan lebih baik untuk meyakinkan pemilih lebih rasional," pungkas Arif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




